Back to IF3141 Sistem Informasi

File and Data Conversion - ETL

Questions/Cues

  • Apa perbedaan implementasi sistem baru vs upgrade?
  • Mengapa konversi data diperlukan saat mengganti sistem?
  • Apa yang dimaksud dengan proses ETL?
  • Apa saja tahapan dalam ETL?
  • Kapan re-keying lebih baik daripada ETL otomatis?

Reference Points

  • IF3141 Sistem Informasi (Slides 5-6)

Sistem Baru vs Upgrade/Penggantian

Implementasi sistem baru pasti akan membutuhkan data. Terdapat dua skenario utama:

Sistem yang sepenuhnya baru (entirely new): jika tidak ada sistem pendahulu, maka data harus dibuat secara manual atau dari catatan kertas (paper records) seperti faktur (invoices) atau pesanan pelanggan (customer orders) yang sudah ada. Proses ini umumnya lambat dan rawan kesalahan input manusia.

Upgrade atau penggantian (replacement): di era sekarang, sebagian besar implementasi merupakan upgrade terhadap, atau penggantian dari, sistem yang sudah ada. Dalam kasus ini, data lama yang sudah ada perlu dikonversi ke format baru, dan diperlukan latihan data mapping untuk menentukan cara terbaik mengonversi data lama ke baru serta mengidentifikasi potensi masalah.

Contoh: Sebuah retailer yang berpindah dari sistem POS lama ke ERP modern harus mengonversi jutaan record produk, harga, dan riwayat transaksi, bukan menginputnya ulang dari nol.

Proses ETL (Extract, Transform, Load)

Proses konversi data dari sistem lama ke sistem baru dapat diotomasi, baik melalui software bespoke (dibuat khusus) maupun paket commercial off-the-shelf (COTS). Proses ini disebut ETL (Extract, Transform, and Load), yang menandakan tiga langkah berikut:

  1. Extract: ekstraksi data dari sistem lama (old system). Data ditarik dari sumbernya, yang bisa berupa database relasional, file flat, atau sistem legacy.
  2. Transform: melakukan suatu bentuk transformasi atas data yang diekstrak agar sesuai (suitable) untuk sistem baru. Tahap ini mencakup pembersihan data (cleansing), penyesuaian format, penggabungan/pemisahan field, dan penerapan aturan bisnis.
  3. Load: memuat (load) data yang telah ditransformasi ke dalam sistem baru.
flowchart LR
    OLD["Old System<br/>(data lama)"] --> E["Extract<br/>(tarik data)"]
    E --> T["Transform<br/>(sesuaikan format,<br/>cleansing)"]
    T --> L["Load<br/>(muat data)"]
    L --> NEW["New System<br/>(data baru)"]

ETL merupakan tulang punggung migrasi data dan juga banyak digunakan dalam data warehousing serta business intelligence.

Bespoke vs COTS vs Re-keying

Terdapat tiga pendekatan untuk melakukan konversi data:

Bespoke ETL software: program konversi yang dikembangkan khusus untuk kebutuhan migrasi tertentu. Fleksibel namun memerlukan biaya dan waktu pengembangan.

COTS package: paket komersial siap pakai untuk ETL. Lebih cepat tersedia tetapi memerlukan biaya lisensi pembelian.

Re-keying (input ulang manual): terkadang biaya pengembangan bespoke ETL atau pembelian COTS terlalu berlebihan (excessive) atau tidak memungkinkan dalam batasan waktu (time constraints). Dalam kasus ini, mungkin lebih cepat dan mudah untuk meng-input ulang (re-key) data secara manual ke sistem baru. Pendekatan ini biasanya hanya layak untuk volume data yang kecil.

Summary

Implementasi pasti membutuhkan data: sistem yang sepenuhnya baru memerlukan pembuatan data manual dari catatan kertas, sedangkan upgrade/penggantian memerlukan konversi data lama ke format baru melalui data mapping. Proses konversi otomatis disebut ETL (Extract, Transform, Load) yang dapat diimplementasikan via software bespoke atau paket COTS. ETL terdiri dari extract data lama, transform agar sesuai sistem baru, dan load ke sistem baru. Bila biaya bespoke/COTS terlalu mahal atau terkendala waktu, re-keying manual bisa menjadi alternatif yang lebih cepat untuk volume data kecil.