Back to IF3141 Sistem Informasi
Analisis Risiko
Questions/Cues
- Bagaimana skala tingkat kemungkinan kejadian (1-3) didefinisikan?
- Bagaimana skala tingkat dampak risiko (1-3) didefinisikan?
- Bagaimana cara menghitung Tingkat Risiko?
- Bagaimana membaca matriks risiko rendah/sedang/tinggi?
- Aksi apa yang diambil berdasarkan level risiko?
Reference Points
- IF3141 Sistem Informasi (Slides 14-22)
Tingkat Kemungkinan Kejadian (Likelihood)
Analisis risiko mengukur dua komponen: seberapa sering suatu risiko mungkin terjadi (kemungkinan) dan seberapa besar dampaknya bila terjadi. Tingkat kemungkinan kejadian dinilai dalam skala 1-3 dengan periode = 1 tahun:
Tingkat Kemungkinan Deskripsi 1 Kecil Kemungkinan terjadi 1-2 kali dalam satu periode 2 Sedang Kemungkinan terjadi 3-4 kali dalam satu periode 3 Besar Kemungkinan terjadi >5 kali dalam satu periode Tingkat Dampak Risiko (Impact)
Tingkat dampak menilai seberapa serius akibat (finansial maupun non-finansial) bila risiko terwujud, juga dalam skala 1-3:
Tingkat Dampak Deskripsi 1 Kecil Dampak finansial atau non-finansial tidak terlalu serius, tidak menyebabkan banyak masalah atau kerusakan 2 Sedang Dampak finansial atau non-finansial besar atau berpengaruh sehingga butuh tindakan lebih lanjut 3 Besar Dampak finansial atau non-finansial sangat buruk, serius, atau kerusakan yang tidak dikehendaki Pengukuran Tingkat Risiko
Tingkat Risiko dihitung sebagai perkalian kedua komponen:
Tingkat Risiko = Tingkat Kemungkinan × Tingkat DampakKarena masing-masing komponen bernilai 1-3, hasil perkalian berkisar dari 1 hingga 9. Nilai inilah yang kemudian dipetakan ke level risiko rendah, sedang, atau tinggi.
flowchart LR K["Tingkat Kemungkinan<br/>(1-3)"] D["Tingkat Dampak<br/>(1-3)"] TR["Tingkat Risiko<br/>= Kemungkinan × Dampak<br/>(1-9)"] K --> TR D --> TR TR --> R["Rendah (1-3)<br/>Dipantau"] TR --> S["Sedang (4-6)<br/>Aksi ≤ 6 bulan"] TR --> T["Tinggi (>7)<br/>Aksi ≤ 3 bulan"]Klasifikasi Level dan Aksi
Berdasarkan nilai Tingkat Risiko, ditentukan level beserta aksi penanganannya:
Tingkat Risiko Level Aksi > 7 Tinggi Harus ada aksi perbaikan dalam maksimum 3 bulan ke depan 4 - 6 Sedang Harus ada aksi perbaikan dalam maksimum 6 bulan ke depan 1 - 3 Rendah Perlu ada perhatian (dipantau) Matriks Risiko
Kombinasi kemungkinan dan dampak divisualisasikan dalam matriks risiko 3×3. Baris merepresentasikan Tingkat Kemungkinan, kolom merepresentasikan Tingkat Dampak:
Kemungkinan \ Dampak 1 2 3 1 Rendah Rendah Rendah 2 Rendah Sedang Sedang 3 Rendah Sedang Tinggi Terlihat bahwa level Tinggi hanya tercapai ketika kemungkinan dan dampak sama-sama besar (3×3 = 9), sementara dampak kecil (kolom 1) selalu menghasilkan risiko Rendah meskipun sering terjadi.
Contoh Penghitungan — Simpelputer Kab. Situbondo
Dimensi: Smart Environment; Program Kerja (QW): Simpelputer – Kab. Situbondo. Tingkat Risiko = kolom Kemungkinan × kolom Dampak:
ID Kategori Sub-Kategori Risiko Kemungkinan Dampak Tingkat Risiko R-1 Nature Lingkungan Banjir 1 2 2 R-2 Nature Lingkungan Longsor 1 3 3 R-3 Struktur SDM/Birokrasi Supir Sakit 1 2 2 R-4 Infrastruktur Teknologi Mobil Rusak 2 2 4 Interpretasi: R-1, R-2, dan R-3 berada di level Rendah (≤3, cukup diberi perhatian), sedangkan R-4 (Mobil Rusak) bernilai 4 sehingga masuk level Sedang dan menuntut aksi perbaikan dalam maksimum 6 bulan.
Analisis risiko menilai dua komponen pada skala 1-3: Tingkat Kemungkinan (1 = 1-2 kali, 2 = 3-4 kali, 3 = >5 kali per periode satu tahun) dan Tingkat Dampak (1 = kecil, 2 = sedang, 3 = besar). Tingkat Risiko = Kemungkinan × Dampak, menghasilkan nilai 1-9 yang dipetakan ke matriks risiko 3×3 dengan level Rendah (1-3), Sedang (4-6), dan Tinggi (>7). Setiap level menentukan urgensi aksi: Tinggi butuh perbaikan ≤3 bulan, Sedang ≤6 bulan, Rendah cukup dipantau. Pada contoh Simpelputer Kab. Situbondo, risiko Banjir, Longsor, dan Supir Sakit tergolong Rendah, sedangkan Mobil Rusak (2×2=4) tergolong Sedang.
Additional Information
Analisis Kualitatif vs Kuantitatif
Metode di slide ini adalah analisis kualitatif (skala ordinal 1-3). Untuk risiko bernilai tinggi sering dilanjutkan dengan analisis kuantitatif, misalnya estimasi kerugian moneter atau Expected Monetary Value (EMV) = Probabilitas × Dampak (Rp) dan simulasi Monte Carlo.
Variasi Matriks Risiko
Banyak organisasi memakai matriks 5×5 (skala 1-5) untuk granularitas lebih halus, dengan zona warna hijau-kuning-merah. Prinsipnya sama: posisi sel = fungsi dari likelihood dan impact.
Metode FMEA
Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) memperluas perkalian menjadi RPN = Severity × Occurrence × Detection, menambahkan dimensi seberapa mudah risiko terdeteksi sebelum berdampak.
Proyek Eksplorasi Mandiri
- Hitung Tingkat Risiko untuk lima risiko proyek tugas besar kalian dan plot ke matriks 3×3.
- Bandingkan hasil prioritisasi memakai matriks 3×3 versus FMEA (RPN) pada risiko yang sama.
Bacaan Lanjutan
- ISO 31010 — Risk Assessment Techniques.
- Stamatis, D.H. (2003). Failure Mode and Effect Analysis: FMEA from Theory to Execution.
- NIST SP 800-30 — Guide for Conducting Risk Assessments.