Back to IF3141 Sistem Informasi

Mitigasi Risiko

Questions/Cues

  • Apa definisi mitigasi risiko?
  • Bagaimana cara menentukan mitigasi suatu risiko?
  • Apa perbedaan mitigasi struktural dan non-struktural?
  • Apa saja contoh masing-masing jenis mitigasi?
  • Bagaimana penerapannya pada contoh Simpelputer?

Reference Points

  • IF3141 Sistem Informasi (Slides 23-27)

Definisi Mitigasi Risiko

Mitigasi risiko adalah suatu upaya yang dilakukan untuk mengurangi atau menghapus kerugian yang mungkin terjadi akibat risiko (bencana) yang terwujud, yaitu dengan cara membuat persiapan sebelum terjadinya bencana. Penekanannya pada tindakan proaktif (sebelum kejadian), bukan reaktif setelah kerugian terjadi.

Mitigasi merupakan tahap ketiga dari manajemen risiko (setelah identifikasi dan analisis) dan diprioritaskan untuk risiko dengan tingkat yang tidak dapat diterima.

Penentuan Mitigasi Risiko

Mitigasi ditentukan dengan memetakan setiap risiko yang sudah diidentifikasi dan dianalisis ke bentuk tindakan penanganannya — dapat berupa upaya struktural maupun non-struktural, dan satu risiko bisa memiliki lebih dari satu mitigasi. Contoh penentuan mitigasi pada program Simpelputer – Kab. Situbondo:

IDRisikoMitigasi (Struktural dan Non-Struktural)
R-4Mobil RusakMenyediakan mobil cadangan; melakukan servis berkala
R-2LongsorMenyusun rute alternatif; memberikan layanan di satu tempat; menggunakan layanan alternatif berbasis elektronik
R-1BanjirMenyusun SOP penanganan banjir; menggunakan layanan alternatif berbasis elektronik
R-3Supir SakitMenyediakan supir cadangan; menyediakan fasilitas kesehatan untuk supir

Mitigasi Struktural vs Non-Struktural

Mitigasi Struktural adalah upaya untuk meminimalkan bencana yang dilaksanakan melalui pembangunan prasarana fisik dan memakai pendekatan teknologi. Sifatnya berwujud (bangunan, alat, infrastruktur).

Contoh mitigasi struktural:

  • Pembangunan kanal khusus untuk mencegah banjir.
  • Penggunaan alat deteksi aktivitas gunung berapi.
  • Membuat struktur bangunan yang tahan gempa.
  • Penggunaan sistem peringatan dini (early warning system) untuk memperkirakan kemungkinan adanya gelombang tsunami.

Mitigasi Non-Struktural adalah upaya mengurangi akibat bencana melalui pembuatan kebijakan, seperti suatu peraturan. Sifatnya non-fisik (regulasi, prosedur, edukasi, penataan).

Contoh mitigasi non-struktural:

  • Larangan membuang sampah ke selokan atau sungai.
  • Mengatur tata ruang kota.
  • Mengatur kapasitas pembangunan masyarakat.
flowchart LR
    I["Identifikasi"] --> A["Analisis"]
    A --> M["Mitigasi"]
    M --> St["Struktural<br/>(prasarana fisik & teknologi)"]
    M --> NS["Non-Struktural<br/>(kebijakan & peraturan)"]
    St --> St1["Tanggul, kanal,<br/>bangunan tahan gempa,<br/>early warning system"]
    NS --> NS1["SOP, pelatihan,<br/>tata ruang,<br/>larangan/regulasi"]

Contoh Tabel Mitigasi — Simpelputer Kab. Situbondo

Untuk risiko R-1 (Banjir) pada dimensi Smart Environment, program kerja Simpelputer – Kab. Situbondo, mitigasi dipisah secara eksplisit menjadi struktural dan non-struktural:

IDRisikoMitigasi StrukturalMitigasi Non-Struktural
R-1BanjirMembangun layanan berbasis elektronik; membangun tanggul sungai; membersihkan sungai dan pembuatan sudetanMelakukan pelatihan dan penyuluhan; membentuk Kelompok Kerja (POKJA); membuat Prosedur Operasi Standar Bencana Banjir

Terlihat bahwa satu risiko (Banjir) ditangani dengan kombinasi tindakan fisik/teknologi (tanggul, sudetan, layanan elektronik) dan tindakan kebijakan/SDM (pelatihan, POKJA, SOP), sehingga penanganan menjadi lebih menyeluruh.

Summary

Mitigasi risiko adalah upaya proaktif untuk mengurangi atau menghapus kerugian akibat risiko dengan membuat persiapan sebelum bencana terjadi. Mitigasi ditentukan dengan memetakan tiap risiko hasil analisis ke tindakan penanganannya. Mitigasi dibedakan menjadi struktural — meminimalkan bencana lewat pembangunan prasarana fisik dan pendekatan teknologi (mis. tanggul, kanal, bangunan tahan gempa, early warning system) — dan non-struktural — mengurangi akibat lewat kebijakan/peraturan (mis. larangan membuang sampah ke sungai, penataan tata ruang, SOP, pelatihan). Pada contoh Simpelputer Kab. Situbondo, risiko seperti Banjir, Longsor, Mobil Rusak, dan Supir Sakit dimitigasi dengan kombinasi tindakan struktural dan non-struktural agar penanganannya komprehensif.