Back to IF3141 Sistem Informasi

What is a Model and System Modelling

Questions/Cues

  • Apa definisi model dan apa subjek yang direpresentasikannya?
  • Karakteristik apa saja yang dimiliki sebuah sistem?
  • Apa peran boundary dan external entities dalam sebuah sistem?
  • Bagaimana komponen, behaviour, dan data saling berkaitan?
  • Mengapa modelling disebut sebagai tindakan abstraksi?

Reference Points

  • IF3141 Sistem Informasi (Slides 3-4)

Pengertian Model

Sebuah model adalah representasi dari suatu subjek (subject). Subjek tersebut umumnya berupa objek atau sistem dunia nyata (real-world) yang bisa jadi sudah ada saat ini maupun yang baru akan ada di masa depan. Dengan kata lain, model bukan sekadar gambaran statis, melainkan tiruan terkendali yang menangkap aspek-aspek penting dari sesuatu agar dapat dipelajari, didiskusikan, dan dianalisis tanpa harus menyentuh objek aslinya.

Contoh: Maket bangunan yang dibuat arsitek adalah model dari gedung yang belum dibangun, sementara peta kota adalah model dari kota yang sudah ada. Keduanya menyederhanakan realitas namun tetap berguna untuk tujuan tertentu. Dalam konteks sistem informasi, sebuah diagram alur proses bisnis adalah model dari cara perusahaan menjalankan operasinya.

Karakteristik Sebuah Sistem

Untuk memodelkan sistem dengan benar, kita perlu memahami karakteristik fundamental yang dimilikinya:

Boundary (Batas Sistem): Setiap sistem memiliki boundary yang memisahkan apa yang berada di dalam sistem (system in focus) dari apa yang berada di luarnya. Penentuan boundary adalah keputusan krusial karena menentukan ruang lingkup pemodelan.

External Entities (Entitas Eksternal): Di luar boundary terdapat external entities berupa orang (people) atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem yang menjadi fokus. Contoh: dalam sistem e-commerce, pelanggan dan gateway pembayaran adalah entitas eksternal.

Components (Komponen): Di dalam sistem terdapat components (bisa berupa subsistem maupun orang) yang mengimplementasikan behaviour atau perilaku dari sistem tersebut. Komponen inilah yang melakukan pekerjaan nyata sistem.

Behaviour (Perilaku): Interaksi antar komponen dan dengan entitas eksternal membentuk perilaku sistem, yaitu bagaimana sistem merespons input dan menghasilkan output.

Data: Interaksi dan perilaku internal ini melibatkan data yang dipertukarkan (exchanged), ditransformasi (transformed), dan disimpan (stored). Data merupakan elemen yang mengalir melintasi seluruh sistem.

flowchart LR
    User["External Entity<br/>(People)"]
    Ext["External Entity<br/>(Other System)"]
    subgraph Boundary["System Boundary (System in Focus)"]
        C1["Component A<br/>(Behaviour)"]
        C2["Component B<br/>(Behaviour)"]
        DS[("Data<br/>stored")]
        C1 -->|"data exchanged"| C2
        C1 -->|"transformed"| DS
        C2 --> DS
    end
    User -->|"input"| C1
    C2 -->|"output"| User
    Ext -->|"data"| C1

Konteks dan Kebutuhan Sistem

Setiap sistem berada dalam konteks yang lebih luas (broader context) yang perlu dipahami terlebih dahulu. Sistem harus didefinisikan berdasarkan bagaimana ia menghadirkan fungsionalitas dan layanan dalam konteks tersebut, yang biasanya dinyatakan dalam bentuk requirements (kebutuhan).

Contoh: Sebuah sistem informasi akademik tidak berdiri sendiri; ia berada dalam konteks regulasi pendidikan, kebijakan kampus, serta kebutuhan dosen dan mahasiswa. Memahami konteks ini memastikan model yang dibuat relevan dengan tujuan organisasi.

Modelling sebagai Tindakan Abstraksi

Modelling adalah tindakan menghasilkan model-model sistem yang tepat melalui tindakan fundamental berupa abstraksi (abstraction). Abstraksi memungkinkan seluruh isu (boundary, entitas, komponen, perilaku, dan data) untuk diperiksa, dieksplorasi, dan disempurnakan sebelum elemen sistem benar-benar dikembangkan.

Inilah nilai utama pemodelan: kesalahan dapat ditemukan dan diperbaiki di atas kertas atau diagram, yang jauh lebih murah dibanding memperbaikinya setelah sistem dibangun. Analogi: lebih baik merevisi blueprint rumah daripada membongkar tembok yang sudah jadi.

Summary

Sebuah model adalah representasi dari subjek dunia nyata yang sudah atau akan ada, dibuat untuk menyederhanakan realitas demi tujuan analisis. System modelling menuntut pemahaman atas karakteristik sistem: boundary yang memisahkan sistem dari external entities, components internal yang mengimplementasikan behaviour, serta data yang dipertukarkan, ditransformasi, dan disimpan. Setiap sistem hidup dalam konteks yang lebih luas dan didefinisikan melalui requirements. Pada intinya, modelling adalah tindakan abstraksi yang memungkinkan eksaminasi dan penyempurnaan sistem sebelum pengembangan dimulai, sehingga menekan biaya kesalahan.