Back to IF3141 Sistem Informasi

Enterprise Architecture

Questions/Cues

  • Mengapa EA disebut tingkat arsitektur tertinggi dan paling holistik?
  • Mengapa organisasi dipandang sebagai sebuah sistem?
  • Apa perbedaan strategy dan tactics dalam EA?
  • Apa empat architecture domains dalam EA?
  • Apa fungsi architecture principles dan policies?

Reference Points

  • IF3141 Sistem Informasi (Slides 11-19)

EA sebagai Arsitektur Tertinggi dan Strategis

Banyak disiplin arsitektur terkait telah berkembang selama 20 tahun terakhir, masing-masing berfokus pada bentuk sistem berbeda. Terdapat tiga tingkat granularitas: Enterprise Architecture, Solution Architecture, dan Software Architecture.

Enterprise Architecture (EA) umumnya merupakan bentuk arsitektur tingkat tertinggi dan paling holistik yang dikembangkan dan dievolusi seputar organisasi (the enterprise) dalam kerangka waktu strategis. EA memandang organisasi secara menyeluruh, bukan hanya sistem TI individual.

Organisasi sebagai Sistem

Organisasi pada dasarnya adalah sistem dengan fitur-fitur serupa sistem lain:

  • Context/environment tempat ia berada
  • Mission — alasan keberadaannya
  • Produk dan/atau layanan yang disediakan kepada customer base
  • Struktur organisasi dengan individu yang mengisi role
  • Proses yang dijalankan untuk menjalankan operating model
  • Information dan data yang diproses dan dipelihara tentang organisasi (untuk keperluan sendiri maupun memenuhi legal/compliance requirements)

Karena organisasi adalah sistem, ia memiliki arsitektur — dan inilah objek yang dikelola oleh Enterprise Architecture.

Strategy versus Tactics

Yang terpenting, setiap organisasi seharusnya memiliki: vision tentang seperti apa context/environment masa depannya dan ingin menjadi apa agar tetap relevan; kebutuhan untuk berevolusi melalui perubahan menghadapi tantangan lingkungan yang terus berubah; serta strategy untuk mencapainya dalam periode waktu tertentu.

Enterprise architecture utamanya berurusan dengan isu tingkat tertinggi, jangka panjang, dan strategis. Perubahan-perubahan individual untuk mendukung strategi tersebut umumnya dipandang sebagai tactical changes — jangka pendek, termasuk sebagian aktivitas business as usual yang dimaksudkan untuk mendukung strategi. Inilah relasi: EA memandu arah strategis, sedangkan solution architecture menangani perubahan taktis.

Architecture Domains

EA biasanya dipecah menjadi architecture domains yang berbeda. Framework EA yang relevan untuk kebanyakan enterprise bisnis/pemerintah umumnya menggunakan empat domain:

  1. Business architecture — strategi, struktur, proses, dan fungsi bisnis
  2. Data and/or information architecture — struktur dan pengelolaan data/informasi
  3. Application(s) architecture — aplikasi dan interaksinya
  4. Infrastructure or technology architecture — hardware, jaringan, platform

Setiap domain berisi subset dari keseluruhan EA; domain-domain ini interdependent dan terdapat overlap of interest di antara mereka. Umumnya domain disusun hierarkis: business di atas, didukung application/data, yang didukung technology di bawah.

flowchart TD
    B["Business Architecture<br/>(strategi, proses, fungsi)"]
    D["Data / Information Architecture"]
    A["Application(s) Architecture"]
    T["Infrastructure / Technology Architecture"]
    B --> D
    D --> A
    A --> T

EA Processes, Content, Organisation, dan Frameworks

Fungsi enterprise architecture perlu menentukan tiga hal:

  • Organisation: bagaimana ia diorganisir secara internal ke dalam role/responsibility, dan bagaimana ia cocok dalam organisasi secara keseluruhan
  • Process: aktivitas apa yang dilakukan fungsi EA dan kapan
  • Content: informasi apa tentang enterprise yang dicatat, bagaimana diklasifikasi, diorganisir, dan di-cross-reference

Tersedia banyak framework yang dapat diadopsi/diadaptasi organisasi: TOGAF, Zachman Framework for EA, FEAF (Federal Enterprise Architecture Framework), DODAF (Department of Defense Architecture Framework), dan MODAF (Ministry of Defence Architecture Framework).

EA Governance, Architecture Principles, dan Policies

Fungsi penting EA adalah menerapkan principles dan policies yang membatasi setiap perubahan agar strategic objectives tercapai — inilah EA governance.

Architecture Principles adalah constraints tingkat tinggi yang tidak langsung actionable, tetapi merepresentasikan aturan dan pedoman dasar yang mendorong arsitektur. Menurut TOGAF 9.1: “Principles are general rules and guidelines, intended to be enduring and seldom amended, that inform and support the way in which an organization sets about fulfilling its mission.” Principles mengisi gap antara strategic intentions tingkat tinggi dan concrete design.

Contoh principles per domain: “business units are autonomous” (business domain); “routine tasks are automated” (business + application); “primary business processes are not disturbed by implementation of change” (semua domain); “applications have a common look and feel” (application design); “only in response to business needs are changes to IT systems made” (application + technology).

Policies dibutuhkan sebagai implementasi principles yang lebih actionable, mencakup: kepatuhan terhadap legislasi/standar/regulasi industri; bagaimana change activities dijalankan; supplier engagement; technical policy yang membatasi pilihan teknologi untuk standardisasi; dan development standards. Governance activities adalah peran otoritas spesifik (mungkin fungsi EA) untuk memastikan policies dipatuhi.

Summary

Enterprise Architecture (EA) adalah bentuk arsitektur tertinggi, paling holistik, dan strategis, memandang organisasi sebagai sistem (dengan context, mission, produk/layanan, struktur, proses, dan data). EA berurusan dengan isu jangka panjang strategis, sementara perubahan pendukungnya bersifat taktis. EA dipecah menjadi empat architecture domains: business, data/information, application, dan technology yang saling interdependent. Fungsi EA menentukan organisation, process, dan content, serta dapat mengadopsi framework TOGAF, Zachman, FEAF, DODAF, MODAF. Melalui governance, EA menerapkan architecture principles (aturan tingkat tinggi yang menjembatani strategi dan desain) dan policies (implementasi actionable) untuk memastikan strategic objectives tercapai.