Back to Biologi Hewan

Circulatory Systems and Respiratory Gas Exchange

Questions/Cues

  • Mengapa sistem tertutup lebih efisien daripada terbuka?
  • Bagaimana evolusi jantung vertebrata meningkatkan efisiensi?
  • Mekanisme tekanan negatif pada pernapasan mamalia
  • Perbedaan pertukaran gas di air vs darat
  • Fungsi endotelium dalam pembuluh darah

Reference Points

  • Campbell Biology in Focus (Halaman 41-66)
  • Materi Kuliah IF3211 ITB (Halaman 2, 40-66)

Sistem Sirkulasi Terbuka vs Tertutup

Sistem sirkulasi terbuka ditemukan pada artropoda dan beberapa moluska, di mana hemolimfa langsung membasahi organ-organ tubuh. Cairan ini sekaligus berfungsi sebagai cairan interstitial. Kelemahan utama sistem ini adalah tekanan darah rendah dan aliran yang lambat karena tidak adanya pembuluh tertutup. Sistem sirkulasi tertutup menggunakan pembuluh darah khusus (arteri, vena, kapiler) yang memisahkan darah dari cairan interstitial. Vertebrata mengadopsi sistem ini yang memungkinkan tekanan lebih tinggi dan aliran darah lebih terarah. Contohnya, pada cacing tanah sistem tertutup mampu mengantarkan oksigen 5x lebih cepat dibanding sistem terbuka serangga.

Evolusi Sistem Kardiovaskuler Vertebrata

Ikan memiliki sirkulasi tunggal dengan jantung dua ruang (satu atrium, satu ventrikel). Darah hanya melalui jantung sekali dalam satu siklus tubuh. Sistem ini terbatas karena tekanan darah menurun setelah melewati kapiler insang. Amfibi mengembangkan sirkulasi ganda dengan jantung tiga ruang (dua atrium, satu ventrikel). Darah teroksigenasi dari kulit dan paru-paru bercampur sebagian dengan darah terdeoksigenasi. Reptil non-avian memiliki septum tidak sempurna di ventrikel untuk mengurangi pencampuran. Mamalia dan burung menyempurnakannya dengan jantung empat ruang sekat sempurna, memisahkan aliran darah kaya oksigen dan miskin oksigen sepenuhnya.

Struktur dan Fungsi Jantung Mamalia

Jantung mamalia terdiri dari empat ruang: atrium kanan/dekster (menerima darah miskin O₂), ventrikel dexter (memompa ke paru), atrium sinister (menerima darah kaya O₂), dan ventrikel sinister (memompa ke tubuh). Katup atrioventrikular (trikuspid dan mitral) mencegah aliran balik saat sistol ventrikel. Sistem konduksi jantung dimulai dari nodus sinoatrial di atrium dexter yang menghasilkan impuls 60-100x/menit. Impuls menyebar ke nodus atrioventrikular lalu ke berkas His dan serat Purkinje. Otokontraktilitas sel otot jantung memungkinkan jantung tetap berdetak meski terpisah dari tubuh (asalkan ada nutrisi dan oksigen).

Mekanisme Pertukaran Gas

Di alveolus paru mamalia, O₂ berdifusi dari udara (tekanan parsial 104 mmHg) ke kapiler darah (40 mmHg) mengikuti gradien konsentrasi. CO₂ mengalir sebaliknya dari darah (45 mmHg) ke alveolus (40 mmHg). Proses ini difasilitasi oleh:

  1. Sel alveolar tipe I yang tipis (0.2 μm)
  2. Surfaktan mengurangi tegangan permukaan
  3. Area permukaan total ±75 m² pada manusia dewasa Contoh adaptasi: Burung memiliki sistem parabronkus dengan aliran udara unidirectional untuk efisiensi pertukaran gas saat terbang tinggi dengan kadar oksigen rendah.

Regulasi Aliran Darah di Kapiler

Arteriol mengontrol aliran darah ke kapiler melalui sfingter prekapiler. Hanya 5-10% kapiler yang aktif pada waktu tertentu. Faktor regulasi meliputi:

  • Kimia: O₂ rendah → vasodilatasi (misal di otot saat olahraga)
  • Neural: Stimulasi simpatis → vasokonstriksi
  • Termal: Panas → vasodilatasi kulit Tekanan hidrostatik di ujung arteri kapiler (35 mmHg) mendorong filtrasi plasma, sedangkan tekanan onkotik di ujung vena (25 mmHg) menarik cairan kembali. Ketidakseimbangan menyebabkan edema.

Summary

Sistem sirkulasi tertutup vertebrata mengoptimalkan pengiriman oksigen melalui pembuluh darah berlapis endotelium dengan gradien tekanan terukur. Evolusi jantung empat ruang memisahkan sirkulasi pulmoner dan sistemik secara sempurna, meningkatkan efisiensi metabolik. Pertukaran gas di alveolus mengandalkan difusi pasif melalui membran respiratori tipis yang diperluas permukaannya. Regulasi aliran kapiler melalui mekanisme lokal dan sistemik memastikan distribusi darah sesuai kebutuhan jaringan.