Back to IF3211 Komputasi Domain Spesifik

Maximum Parsimony and Tree Reconstruction

Questions/Cues

  • Apa prinsip maximum parsimony, dan apa yang diminimalkannya?
  • Bagaimana program mencari pohon paling parsimonious di antara banyak pohon?
  • Mengapa pohon filogenetik selalu berstatus hipotesis?
  • Apa itu maximum likelihood, dan kapan dipakai sebagai alternatif?
  • Mengapa rekonstruksi pohon secara komputasi mahal (NP-hard)?

Reference Points

  • IF3211 — Phylogeny (PPT 10, bagian Maximum Parsimony)
  • IF3211 — Phylogeny (PPT 10, bagian Phylogenetic Trees as Hypotheses)

Prinsip Maximum Parsimony

Maximum parsimony mengasumsikan bahwa pohon yang paling mungkin adalah pohon yang membutuhkan paling sedikit kejadian evolusi — yakni kemunculan minimum dari shared derived characters. Ini penerapan Occam’s razor pada biologi: di antara hipotesis yang menjelaskan data, pilih yang paling sederhana.

Pada filogeni berbasis DNA, most parsimonious tree adalah pohon dengan jumlah perubahan basa paling sedikit yang konsisten dengan sekuens yang diamati. Setiap kandidat pohon diberi skor = total perubahan karakter yang harus diasumsikan; pohon dengan skor terendah menang.

Materi menegaskan bahwa program komputer dipakai untuk mencari pohon parsimonious. Prosesnya dua tahap:

  1. Skoring sebuah topologi tertentu — berapa minimal perubahan yang diperlukan agar sekuens cocok dengan pohon itu.
  2. Pencarian menjelajahi kemungkinan topologi untuk menemukan skor minimum.

Masalahnya: jumlah topologi pohon tumbuh super-eksponensial terhadap jumlah taxa, sehingga pemeriksaan exhaustive hanya layak untuk segelintir taxa. Untuk taxa banyak, dipakai heuristic search (mis. nearest-neighbor interchange, subtree pruning and regrafting) yang memperbaiki pohon secara bertahap tanpa menjamin optimum global.

Pohon sebagai Hipotesis

Semua phylogenetic tree adalah hipotesis tentang hubungan organisme. Hipotesis terbaik adalah yang paling cocok dengan seluruh data morfologi, molekuler, dan fosil yang tersedia. Materi memberi contoh prediksi: pohon burung + kerabat dekatnya memprediksi bahwa dinosaurus membangun sarang dan mengerami telur — kemudian didukung temuan fosil. Ketika bukti baru muncul, hipotesis pohon direvisi. Inilah sains yang dapat difalsifikasi.

Computational Framing: Search atas Tree Space yang NP-hard

Bagi mahasiswa informatika, parsimony adalah kombinatorial optimization: minimalkan fungsi cost (jumlah perubahan) atas ruang diskret semua topologi pohon. Dua sub-masalah:

  • Small parsimony (topologi diketahui, hitung skor minimum): diselesaikan efisien dengan Fitch algorithm atau Sankoff algorithm — keduanya dynamic programming bottom-up pada pohon, O(n) per situs.
  • Large/Big parsimony (cari topologi terbaik): NP-hard. Ruang pencarian = semua unrooted binary tree, berjumlah (2n−5)!! untuk n daun — meledak (mis. 10 taxa → > 2 juta pohon; 50 taxa → angka astronomis).

Karena NP-hard, tool nyata (PAUP*, TNT) memakai heuristik dan metaheuristik: hill-climbing dengan operator NNI/SPR/TBR, simulated annealing, atau branch-and-bound (untuk taxa sedang). Maximum likelihood dan Bayesian (MCMC) adalah alternatif berbasis model probabilistik substitusi (mis. Jukes-Cantor, GTR): alih-alih menghitung perubahan, mereka memaksimalkan likelihood data terhadap pohon + panjang cabang — lebih akurat namun jauh lebih mahal komputasinya.

Summary

Maximum parsimony (Occam’s razor) memilih pohon dengan paling sedikit kejadian evolusi / perubahan basa, melalui tree search yang diprogram komputer. Karena jumlah topologi tumbuh super-eksponensial, pencarian exhaustive hanya layak untuk sedikit taxa; selebihnya memakai heuristik (NNI/SPR/TBR). Setiap pohon hanyalah hipotesis yang cocok dengan data morfologi+molekuler+fosil dan direvisi saat bukti baru datang. Secara komputasi, small parsimony (skoring topologi) efisien lewat Fitch/Sankoff DP, tetapi big parsimony (mencari topologi optimal) bersifat NP-hard; alternatif maximum likelihood/Bayesian berbasis model substitusi lebih akurat tapi lebih mahal. Lihat input karakter di Cladistics and Character-Based Methods dan penanggalan waktu di Molecular Clocks and the Three Domains of Life.