Back to IF2150 - Pemodelan Berbasis Skenario

Use-Case Diagram Components and Fundamentals

Questions/Cues

  • Apa ciri-ciri utama aktor dalam use-case diagram?
  • Bagaimana membedakan use-case yang valid dan tidak valid?
  • Mengapa deskripsi use-case diperlukan selain diagram?
  • Peran paket dalam pengorganisasian use-case
  • Langkah sistematis membangun model use-case

Reference Points

  • SCENARIO BASED MODELING REVIEW (Halaman 2-27)

Definisi dan Tujuan Diagram Use-Case

Diagram use-case merupakan alat visual dalam rekayasa perangkat lunak yang menggambarkan interaksi antara sistem dengan entitas eksternal (aktor). Menurut Ivar Jacobson, use-case berfungsi untuk “mendefinisikan apa yang ada di luar sistem (aktor) dan apa yang harus dilakukan oleh sistem (use-case)“.

Diagram ini bertindak sebagai jembatan komunikasi antara pengguna dan pengembang, memvisualisasikan fungsi sistem dari perspektif pengguna akhir. Contoh penerapannya adalah dalam sistem akademik seperti SIKAD, di mana mahasiswa berinteraksi dengan fitur pengambilan mata kuliah.

Karakteristik dan Jenis Aktor

Aktor merepresentasikan entitas eksternal yang berinteraksi dengan sistem, tetapi bukan bagian dari sistem itu sendiri. Terdapat tiga jenis aktor utama:

  1. Aktor Aktif: Secara langsung memulai interaksi dengan sistem (contoh: mahasiswa menginput FRS)
  2. Aktor Pasif: Hanya menerima informasi dari sistem (contoh: penerima laporan bulanan)
  3. Aktor Sistem: Sistem eksternal yang terintegrasi (contoh: gateway pembayaran)

Analogi aktor seperti pelanggan di restoran: mereka memesan makanan (interaksi aktif), menerima makanan (interaksi pasif), namun bukan bagian dari dapur restoran (sistem). Setiap aktor harus memiliki nama yang merefleksikan peran semantiknya (misal: “Mahasiswa” bukan “Pengguna”).

Struktur dan Kriteria Use-Case

Use-case merepresentasikan urutan aksi yang memberikan nilai tambah kepada aktor. Untuk dikategorikan valid, use-case harus memenuhi kriteria:

  • Kompleks: Mewakili alur pekerjaan lengkap (misal: “Ambil Mata Kuliah” bukan “Klik Tombol Simpan”)
  • Bernilai Bisnis: Memberikan hasil yang berarti bagi aktor (misal: “Cetak Transkrip” memberikan dokumen resmi)
  • Terukur: Memiliki titik awal dan akhir yang jelas (trigger dan hasil akhir)

Contoh use-case tidak valid: “Login Sistem” karena tidak memberikan nilai bisnis mandiri, sebaiknya bagian dari use-case lebih besar seperti “Ajukan Usulan Mata Kuliah”.

Deskripsi dan Diagram Pendukung

Deskripsi use-case merupakan narasi pendek (2-3 baris) yang menjelaskan:

  • Tujuan aktor
  • Urutan interaksi utama
  • Hasil yang diharapkan

Untuk use-case kompleks, digunakan diagram pendukung:

  1. Diagram Statechart: Memetakan keadaan sistem (state) selama eksekusi use-case
  2. Diagram Aktivitas: Menunjukkan urutan aksi sistem dan aktor
  3. Diagram Interaksi: Memvisualisasikan pertukaran pesan antar objek

Contoh: Use-case “Pembayaran UKT” dapat dilengkapi diagram aktivitas yang menunjukkan urutan verifikasi data, konfirmasi pembayaran, dan generasi kuitansi.

Penggunaan Paket dalam Organisasi Use-Case

Paket digunakan untuk mengelompokkan use-case yang terkait secara fungsional atau bisnis. Manfaat utamanya:

  • Modularitas: Memisahkan fitur inti dengan modul tambahan (misal: paket “Akademik” vs “Keuangan”)
  • Manajemen Kompleksitas: Membagi sistem besar menjadi subsistem yang lebih kecil
  • Paralelisasi Pengembangan: Memungkinkan kerja tim paralel pada paket berbeda

Contoh implementasi: Sistem ERP kampus menggunakan paket terpisah untuk “Registrasi Mahasiswa”, “Penilaian Akademik”, dan “Pengelolaan Keuangan”.

Metodologi Pemodelan Berbasis Skenario

Proses sistematis membangun diagram use-case:

  1. Identifikasi Aktor: Tentukan semua entitas eksternal yang berinteraksi (manusia, sistem, perangkat)
  2. Identifikasi Use-Case: Daftar fungsi utama sistem dari perspektif aktor (gunakan kata kerja)
  3. Konstruksi Diagram: Hubungkan aktor dengan use-case terkait menggunakan garis asosiasi
  4. Pengembangan Skenario: Buat narasi interaksi untuk setiap use-case (alur normal dan alternatif)

Contoh praktis: Untuk sistem perpustakaan, identifikasi aktor “Anggota”, “Pustakawan”, “Sistem Katalog Eksternal”, lalu definisikan use-case seperti “Pinjam Buku”, “Perpanjang Masa Pinjam”, dan “Cari Katalog”.

Summary

Diagram use-case merupakan alat fundamental dalam rekayasa perangkat lunak yang memvisualisasikan interaksi antara aktor (entitas eksternal) dan use-case (fungsi sistem). Setiap use-case harus merepresentasikan alur kerja lengkap yang memberikan nilai bisnis, didukung oleh deskripsi tekstual dan diagram pendukung seperti aktivitas atau statechart. Penggunaan paket membantu mengelola kompleksitas sistem besar dengan mengelompokkan use-case terkait. Proses pemodelan yang efektif dimulai dari identifikasi aktor dan use-case secara sistematis, dilanjutkan dengan konstruksi diagram dan pengembangan skenario terstruktur.