Paket Soal Latihan UAS IF3270 — Paket 03

Topik: RNN, LSTM, Transformer/Attention, Encoder-Decoder, Reinforcement Learning Semester II 2025-2026 · Sifat: Latihan (Buka Catatan) Boleh menggunakan kalkulator. Total bobot: 100. Pembulatan: gunakan 4 angka di belakang koma bila diperlukan.

KELAS: _______ NIM: _______ NAMA: _______


Bagian I — Pilihan Ganda Konsep RNN/LSTM/Transformer (Bobot: 30, @2.5)

Beri tanda (O) pada setiap pilihan yang tepat, tanda (X) pada yang salah. Pilihan yang tidak diberi tanda tidak mendapat nilai. Nilai penuh per nomor hanya bila semua opsi pada nomor itu ditandai dengan benar.

  1. Tentang pemetaan arsitektur RNN ke task: a. ( ) many-to-one cocok untuk klasifikasi sentimen sebuah kalimat. b. ( ) Pada many-to-one, output diambil dari hidden state timestep pertama. c. ( ) many-to-many sync (panjang input = output) cocok untuk POS tagging. d. ( ) one-to-many cocok untuk image captioning.

  2. Tentang many-to-one: a. ( ) Output prediksi diambil dari output timestep terakhir. b. ( ) Seluruh timestep antara tetap dihitung untuk membangun konteks akhir. c. ( ) Hidden state timestep awal langsung dipakai sebagai keputusan akhir.

  3. Tentang Bidirectional RNN (Bi-RNN): a. ( ) Terdiri dari dua RNN: satu memproses maju, satu mundur, lalu digabung. b. ( ) Jumlah parameter kira-kira RNN satu arah. c. ( ) Jumlah timestep ikut dilipat dua menjadi 2× panjang sekuens. d. ( ) Cocok untuk forecasting real-time yang hanya punya konteks masa lalu.

  4. Tentang desain output layer RNN: a. ( ) Klasifikasi multi-kelas → softmax dengan neuron = kelas. b. ( ) Regresi → 1 neuron linear. c. ( ) Translasi mesin → neuron = ukuran vocabulary target. d. ( ) Klasifikasi biner cukup memakai output linear tanpa aktivasi apa pun.

  5. Tentang RNN vs FFNN: a. ( ) FFNN tidak punya memori antar input sehingga tak menangkap urutan. b. ( ) RNN menyimpan konteks lewat hidden state yang mengalir antar timestep. c. ( ) Menambah banyak layer pada FFNN otomatis memberinya memori sekuensial.

  6. Tentang LSTM: a. ( ) Cell state menyediakan jalur memori jangka panjang dengan update aditif. b. ( ) Gate forget mengatur info cell lama mana yang dipertahankan/dibuang. c. ( ) RNN biasa juga memiliki cell state dan tiga gate seperti LSTM. d. ( ) Gate input mengatur seberapa banyak info baru masuk ke cell.

  7. Tentang encoder-decoder tanpa attention: a. ( ) Context vector = hidden state encoder terakhir (satu vektor tunggal). b. ( ) Untuk kalimat panjang, satu context vektor menimbulkan bottleneck. c. ( ) Decoder pada timestep-1 memakai data latih target secara langsung.

  8. Tentang attention: a. ( ) Context vector berbeda pada tiap timestep decoder (cₜ). b. ( ) Bobot attention dipelajari saat training lewat backprop, tanpa anotasi alignment eksplisit. c. ( ) Attention membuat decoder bisa fokus ke bagian input berbeda tiap kata. d. ( ) Attention mengharuskan panjang input dan output selalu sama persis.

  9. Tentang positional encoding pada Transformer: a. ( ) Diperlukan karena self-attention memandang sekuens sebagai himpunan tanpa orde. b. ( ) Informasi posisi dijumlahkan ke embedding token. c. ( ) Tanpa positional encoding, urutan kata tidak dapat dibedakan model.

  10. Tentang scaled dot-product attention: a. ( ) Skor dibagi √dₖ untuk menstabilkan varians sebelum softmax. b. ( ) Pembagian √dₖ mencegah softmax saturasi sehingga gradien tetap sehat. c. ( ) Pembagian √dₖ bertujuan menormalkan agar jumlah skor menjadi 1.

  11. Tentang Transformer secara umum: a. ( ) Meniadakan rekurensi dan konvolusi, sepenuhnya berbasis attention. b. ( ) Komputasi antar token dapat diparalelkan (tak menunggu token sebelumnya). c. ( ) Self-attention adalah attention antar token pada sekuens yang sama. d. ( ) Encoder-only menghasilkan keluarga model GPT.

  12. Tentang Reinforcement Learning: a. ( ) Episode berakhir di sebuah terminal state lalu lingkungan direset. b. ( ) Optimal policy memenuhi π(s) = argmaxₐ q(s,a)**. c. ( ) TD learning harus menunggu seluruh episode selesai sebelum melakukan update. d. ( ) Q-learning bersifat off-policy karena memakai max atas aksi berikutnya.

Bagian II — RNN Sync Many-to-Many Forward (Bobot: 25)

Diberikan RNN dengan 2 fitur input, 1 hidden layer berisi 2 neuron (aktivasi tanh), dan output 3 neuron (aktivasi softmax). Konvensi: baris matriks bobot = bobot menuju neuron yang sama. Hidden awal h(0) = [0, 0]. Diproses 2 timestep secara sync many-to-many (ada output di tiap timestep).

Bobot input → hidden:

W_xh = [[0.2, 0.1],
        [0.1, 0.3]]      b_xh = [0.0, 0.1]

Bobot hidden → hidden (rekuren):

W_hh = [[0.2, 0.1],
        [0.1, 0.2]]

Bobot hidden → output:

W_hy = [[0.1, 0.2],
        [0.3, 0.1],
        [0.2, 0.2]]      b_hy = [0.1, 0.0, 0.1]

Input: x(1) = [0.6, 0.4] ; x(2) = [0.3, 0.5].

a. (Nilai 4) Gambarkan unfolded network untuk kedua timestep: tunjukkan kotak hidden (beserta jumlah neuron), input (jumlah fitur), output, panah rekuren W_hh dan panah W_hy ke output tiap timestep, serta sebutkan letak bias. b. (Nilai 8) Hitung nilai kedua neuron hidden pada t = 1 dan t = 2. Sertakan formula tiap neuron. c. (Nilai 8) Hitung output (softmax) pada t = 1 dan t = 2, lalu tentukan kelas prediksi tiap timestep (jika seri, ambil kelas pertama). d. (Nilai 5) Hitung jumlah parameter total jaringan ini. Tuliskan rincian rumusnya.

Bagian III — Encoder-Decoder & Attention (Bobot: 25)

Asumsi yang berlaku untuk seluruh bagian: dimensi input decoder = jumlah neuron output.

a. (Nilai 7) Hitung jumlah parameter sebuah model encoder-decoder dengan: encoder = 1 layer RNN 3 neuron atas input 4 fitur; decoder = 1 layer RNN 3 neuron; output = FC 1 neuron. Tuliskan rincian per komponen. b. (Nilai 6) Jika model pada (a) ditambah 1 attention unit dengan scoring “general” (sᵀ Wₐ h), berapa tambahan parameter dan berapa total parameter baru? Tuliskan rumusnya. c. (Nilai 6) Tuliskan formula inferensi decoder TANPA attention (gunakan f untuk fungsi hidden dan g untuk fungsi output). Sebutkan dari mana seed s₀ dan y₀ berasal. d. (Nilai 6) Tuliskan formula inferensi decoder DENGAN attention. Sertakan perhitungan bobot attention dan context vektor. Sebutkan tiga varian scoring Luong (dot / general / concat).

Bagian IV — Reinforcement Learning (Bobot: 20)

  1. (Nilai 6) Lengkapi tabel perbandingan Supervised Learning vs Reinforcement Learning berikut.

    AspekSupervised LearningReinforcement Learning
    Informasi/sinyal yang diperlukan agen
    Observasi bersifat sekuensial?
    Apa yang dipelajari agen?
  2. Wumpus World pada grid. Sel gold (3,2) = +10, wumpus (3,1) = −10, pit (2,3) = −10 (ketiganya terminal), reward sel lain = 0. Aksi tersedia: N, E, S, W. Gunakan TD Q-Learning dengan semua Q awal = 0, α = 0.3, γ = 0.5. Reward yang dipakai saat transisi s → s' adalah reward masuk ke s’. Jika s’ terminal, maka maxQ’ = 0. Episode dijalankan berurutan (nilai Q terbawa antar episode):

    • Episode I: (1,1) → (2,1) → (3,1)
    • Episode II: (1,1) → (1,2) → (1,3) → (2,3)
    • Episode III: (1,1) → (1,2) → (2,2) → (3,2)

    (i) (Nilai 8) Tuliskan update Q(s,a) rinci untuk setiap transisi pada ketiga episode. Sertakan rumus update.

    (ii) (Nilai 3) Gambarkan grid berisi nilai Q(s,a) terakhir (boleh ASCII atau mermaid).

    (iii) (Nilai 3) Tentukan policy (argmaxₐ Q(s,a)) untuk ruang non-terminal yang sudah memiliki nilai Q, khususnya dari sel (2,2).