Back to IF4020 Kriptografi
Definisi dan Layanan Kriptografi
Questions/Cues
- Siapa Alice, Bob, dan Eve, serta mengapa komunikasi lewat saluran publik itu rawan?
- Empat “case” komunikasi memunculkan empat masalah keamanan apa saja?
- Apa definisi kriptografi menurut Schneier dan Menezes, dan dari mana asal katanya?
- Apa arti “aman” di dalam kriptografi?
- Apa keempat layanan (services) yang diberikan kriptografi?
- Mengapa kriptografi relevan dengan kasus kebocoran data di Indonesia?
Reference Points
- IF4020 Kriptografi — Pengantar Kriptografi (Slides 1-24)
Model Komunikasi: Alice, Bob, dan Penyadap
Skenario dasar kriptografi: Alice dan Bob saling berkirim pesan melalui saluran komunikasi publik — pos, telepon, jaringan seluler, atau internet. Media konkretnya bisa surat, telepon, email, atau SMS. Alice dan Bob tidak harus manusia; keduanya dapat berupa manusia dengan mesin (mis. mesin penjawab telepon), mesin dengan mesin (komputer client dengan server), web browser dengan server, client/server online banking, atau DNS server dan router.
Masalahnya: saluran publik dapat “didengarkan”. Pihak ketiga yang menguping komunikasi disebut penyadap (eavesdropper), dalam kriptografi sering ditokohkan sebagai Eve atau Carol.
Empat Case → Empat Masalah Keamanan
Slide membangun kebutuhan kriptografi lewat empat pertanyaan:
- Case 1 — Bagaimana Alice memastikan pesannya tidak dapat dibaca penyadap? → masalah kerahasiaan (confidentiality).
- Case 2 — Bagaimana Bob memastikan pesan benar-benar dari Alice, bukan dari Carol yang menyamar? → masalah otentikasi (authentication) pengirim/penerima.
- Case 3 — Bagaimana Bob memastikan pesan dari Alice masih utuh, tidak diubah atau dimanipulasi selama transit? → masalah keutuhan (integrity) pesan.
- Case 4 — Bagaimana Bob melakukan anti-sangkalan jika Alice menyangkal pernah mengirim pesan? → masalah nir-penyangkalan (non-repudiation).
Solusi keempat masalah ini adalah kriptografi.
flowchart LR C1["Case 1: pesan disadap"] --> S1["Confidentiality"] C2["Case 2: pengirim menyamar"] --> S2["Authentication"] C3["Case 3: pesan diubah di jalan"] --> S3["Data Integrity"] C4["Case 4: pengirim menyangkal"] --> S4["Non-repudiation"]Definisi Kriptografi
Kata cryptography berasal dari bahasa Yunani: cryptós (“secret” atau “hidden”) dan gráphein (“writing”) — artinya “secret writing” atau “hidden writing”.
- Schneier (1996): kriptografi adalah ilmu dan seni untuk menjaga keamanan pesan.
- Menezes (1996): kriptografi adalah ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi seperti kerahasiaan, integritas data, serta otentikasi.
Perhatikan pergeseran penekanan: definisi Schneier menyebut “seni” (art), sedangkan Menezes menekankan landasan matematika — cerminan transisi dari kriptografi klasik ke kriptografi modern.
Arti “Aman”
Sebuah pesan disebut aman bila memenuhi empat hal:
- Terjaga kerahasiaannya (confidentiality) — hanya pihak berhak yang bisa membacanya.
- Terjaga keasliannya / keutuhannya (data integrity) — isi pesan tidak berubah. Contoh slide: “Suhu di luar 33 derajat celcius” berubah menjadi “3_2_ derajat celcius”.
- Yakin pengirim pesan asli (authentication), bukan pihak ketiga yang menyerupai — “Dia mengklaim bahwa dia adalah A”.
- Pengirim tidak dapat menyangkal (non-repudiation) telah mengirim pesan.
Empat Layanan Kriptografi
Secara ringkas, kriptografi menyediakan empat layanan (services):
Layanan Menjawab pertanyaan Kerahasiaan (Confidentiality / privacy / secrecy) Bisakah pihak lain membaca pesan ini? Keaslian pesan (Data integrity) Apakah pesan ini masih utuh? Keaslian pengirim & penerima (Authentication) Benarkah lawan bicara saya adalah orang yang saya kira? Anti penyangkalan (Non-repudiation) Bisakah pengirim mengelak dari pesan yang ia kirim? Mengapa Kriptografi Penting
Kutipan Keith M. Martin: “Cryptography lies at the heart of all cybersecurity technologies, and understanding the role it plays is vital to understanding how to secure cyberspace.” Kriptografi adalah inti dari semua teknologi keamanan siber.
Relevansinya nyata di Indonesia: kasus WikiLeaks, penyadapan Kedubes RI dan telepon Presiden SBY oleh Australia, kebocoran data BPJS, Tokopedia, dugaan kebocoran data pemilih Pemilu, sertifikat vaksin, hingga kebocoran di Kemenhan dan Bank BSI. Kasus kebocoran, pencurian, dan pengaksesan data ilegal menunjukkan pentingnya kriptografi — sementara kriptografer masih menjadi sosok langka di Indonesia.
Kriptografi lahir dari kebutuhan komunikasi aman antara Alice dan Bob melalui saluran publik yang dapat disadap Eve. Empat “case” komunikasi memunculkan empat masalah: confidentiality, authentication, data integrity, dan non-repudiation, yang seluruhnya dijawab oleh kriptografi. Secara etimologi kriptografi berarti “hidden writing”; Schneier mendefinisikannya sebagai ilmu dan seni menjaga keamanan pesan, sedangkan Menezes menekankan teknik matematika. Pesan disebut “aman” bila rahasianya, keutuhannya, dan keaslian pengirimnya terjaga serta pengirim tak bisa menyangkal. Keempat hal itu adalah empat layanan kriptografi. Kasus kebocoran data besar di Indonesia (BPJS, Tokopedia, BSI) menegaskan bahwa kriptografi adalah inti keamanan siber. Konsep-konsep operasionalnya diperinci di Terminologi Dasar Kriptografi.
Additional Information
Layanan vs Mekanisme
Empat layanan itu diwujudkan oleh mekanisme berbeda: enkripsi (simetri/asimetri) untuk confidentiality, MAC atau fungsi hash untuk integrity, MAC atau tanda tangan digital untuk authentication, dan tanda tangan digital (yang mengikat identitas pengirim secara kriptografis) untuk non-repudiation. Menariknya, kriptografi simetri saja tidak dapat memberi non-repudiation, karena kunci yang sama dimiliki dua pihak sehingga Bob pun bisa membuat pesan “seolah” dari Alice.
Tokoh dalam Skenario Kriptografi
Selain Alice, Bob, Eve, dan Carol, literatur memakai Mallory (penyerang aktif/malicious), Trudy (intruder), Trent (pihak ketiga tepercaya / trusted third party), dan Victor (verifier). Konvensi nama ini membuat protokol lebih mudah dibaca ketimbang simbol A, B, C.
Proyek Eksplorasi Mandiri
- Kumpulkan 5 kasus kebocoran data di Indonesia (2019–2025), lalu petakan tiap kasus ke layanan kriptografi mana yang gagal atau tidak diterapkan.
- Bandingkan definisi kriptografi dari Schneier, Menezes, dan Keith Martin — buat tabel perbedaan penekanan (seni, matematika, keamanan siber).
Bacaan Lanjutan
- Bruce Schneier, Applied Cryptography, 2nd ed., Wiley, 1996 — Bab 1.
- A. Menezes, P. van Oorschot, S. Vanstone, Handbook of Applied Cryptography, CRC Press, 1996 — Bab 1 (tersedia gratis: cacr.uwaterloo.ca/hac).
- Keith M. Martin, Everyday Cryptography, 2nd ed., Oxford University Press, 2017 — Bab 1.

