Back to IF4020 Kriptografi
Konsep dan Sejarah Steganografi
Questions/Cues
- Apa itu Prisoner’s Problem dan mengapa enkripsi saja tidak cukup?
- Apa arti steganografi dan apa tujuannya?
- Apa bedanya kriptografi dengan steganografi?
- Bagaimana steganografi dipakai sejak zaman kuno sampai Perang Dunia II?
- Apa itu null cipher?
Reference Points
- IF4020 Kriptografi — Steganografi Bagian 1 (Slides 2-24)
The Prisoner’s Problem
Diperkenalkan oleh Simmons (1983) dalam konteks pemeriksaan kepatuhan perjanjian nonproliferasi nuklir AS-USSR. Bob dan Alice dipenjara di sel berbeda dan hanya boleh berkomunikasi lewat Wendy (sipir) yang memeriksa setiap pesan. Bagaimana Bob mengirim pesan rahasia (“malam ini kita kabur”) ke Alice tanpa diketahui Wendy?
- Alternatif 1: enkripsi. Cipherteks seperti
xjT#9uvmY!rc$7yt59hth@#langsung mencurigakan; Wendy bisa memblokir atau menahannya.- Alternatif 2: sembunyikan di dalam tulisan lain. Mis. kalimat puitis biasa yang di baliknya memuat pesan; Wendy tidak curiga. Inilah information hiding dengan steganografi.
Definisi
Dari bahasa Yunani steganos (στεγανός, tersembunyi) + graphien (γραφία, tulisan): tulisan tersembunyi (covered writing). Steganografi adalah ilmu dan seni menyembunyikan pesan rahasia sedemikian rupa sehingga tak seorang pun mencurigai keberadaan pesan itu. Tujuan: pesan tidak terdeteksi keberadaannya.
Kriptografi vs Steganografi
Kriptografi Steganografi Yang disembunyikan makna/isi (content) keberadaan (existence) Tujuan pesan tak dapat dibaca pihak ketiga menghindari kecurigaan pihak ketiga Keluaran cipherteks yang tampak acak, menarik perhatian stego-data yang tampak biasa Bila diketahui lawan tahu ada pesan, tetapi tak bisa membaca pesan terungkap sepenuhnya Empat Periode Sejarah
Usia steganografi setua kriptografi dan sejarah keduanya berjalan bersamaan.
Periode Contoh Kuno Herodotus (440 SM): tato pesan di kepala budak yang digunduli, rambut dibiarkan tumbuh, lalu dikirim; di tujuan kepala digunduli lagi. Tablet kayu berlapis lilin (Demaratus memperingatkan serangan Persia dengan menulis di kayu lalu melapisi lilin). Tinta tak tampak: Pliny the Elder memakai getah thithymallus, tulisan menghitam bila dipanaskan. Bola sutra berlapis lilin pada Cina kuno, ditelan pembawa pesan. Renaisans Johannes Trithemius: Steganographia (1499, steganografi berbasis karakter) dan Polygraphiae (1518). Giovanni Battista Porta: menulis di kulit telur rebus dengan tinta tawas dan cuka yang meresap lewat pori; pesan terbaca setelah kulit dikupas. Perang Dunia Tinta tak tampak dari susu, sari buah, cuka, urine (dibaca dengan pemanasan atau sinar ultraviolet); null cipher Kedubes Jerman. Modern Steganografi digital pada citra, audio, video, teks. Null Cipher
Pesan sebenarnya disisipkan di antara kata-kata tak bermakna dengan aturan pengambilan huruf. Pesan Kedubes Jerman (PD II): Apparently neutral’s protest is thoroughly discounted and ignored. Isman hard hit. Blockade issue affects pretext for embargo on by-products, ejecting suets and vegetable oils.
Ambil huruf kedua tiap kata:
Pershing sails from NY June 1. Contoh lain: dari “Fishing freshwater bends and saltwater coasts rewards anyone feeling stressed…” ambil huruf ketiga tiap kata:Send Lawyers, Guns, and Money.Steganografi dalam Budaya dan Isu Terorisme
Steganografi muncul di film Mercury Rising dan A Beautiful Mind. Ilmu ini “naik daun” setelah 11 September 2001, ketika FBI menuding Al-Qaidah menyisipkan pesan rahasia pada video atau gambar yang rutin dirilis di internet.
timeline title Sejarah Steganografi 440 SM : Tato di kepala budak : Tablet berlapis lilin Abad 1 : Tinta tak tampak Pliny 1499 : Steganographia Trithemius Abad 16 : Telur rebus Porta PD II : Tinta tak tampak : Null cipher 2001 : Isu terorisme Kini : Steganografi digital
Steganografi (steganos + graphien = tulisan tersembunyi) menyembunyikan keberadaan pesan agar tidak menimbulkan kecurigaan, berbeda dengan kriptografi yang menyembunyikan makna. Motivasinya adalah Prisoner’s Problem (Simmons, 1983): cipherteks yang tampak acak justru mengundang curiga. Sejarahnya dibagi menjadi kuno (tato kepala budak, tablet lilin, tinta tak tampak, bola sutra), renaisans (Trithemius, telur rebus Porta), perang dunia (tinta tak tampak, null cipher), dan modern (digital). Null cipher mengambil huruf pada posisi tertentu dari tiap kata (mis. huruf kedua: “Pershing sails from NY June 1”). Steganografi sempat jadi sorotan setelah tuduhan penggunaannya oleh teroris pasca 9/11.
Additional Information
Teknik Klasik Lain
Akrostik (huruf pertama tiap baris/kalimat membentuk pesan), microdot (foto pesan diperkecil menjadi titik seukuran titik di akhir kalimat; dipakai mata-mata Jerman PD II), grille cipher (kartu berlubang diletakkan di atas teks), dan semagram (pesan tersembunyi dalam gambar, mis. panjang rumput di sketsa). Bandingkan dengan Sejarah Kriptografi.
Kerckhoffs untuk Steganografi
Sama seperti kriptografi, keamanan steganografi seharusnya tidak bergantung pada kerahasiaan algoritma, tetapi pada stego-key. Steganografi yang mengandalkan “tak ada yang tahu caranya” disebut security through obscurity (Terminologi Dasar Kriptografi).
Proyek Eksplorasi Mandiri
- Tulis program Python yang membangkitkan null cipher: memberi pesan rahasia dan kamus kata, menghasilkan kalimat yang huruf ke- tiap katanya membentuk pesan.
- Cari contoh microdot dan akrostik dalam sejarah, lalu bandingkan kapasitas dan deteksinya.
Bacaan Lanjutan
- David Kahn, The Codebreakers, Bab tentang steganografi.
- Simmons, G. J. (1983), The Prisoners’ Problem and the Subliminal Channel, CRYPTO ‘83.
- Fridrich, J., Steganography in Digital Media, Cambridge University Press.