Back to IF4020 Kriptografi

Steganalisis

Questions/Cues

  • Apa tujuan steganalisis dan kapan ia dianggap berhasil?
  • Mengapa steganalisis penting (forensik citra, malware dalam gambar)?
  • Apa beda targeted steganalysis dan blind steganalysis?
  • Bagaimana visual attack (enhanced LSB) bekerja?
  • Apa saja serangan statistik?

Reference Points

  • IF4020 Kriptografi — Steganalisis (Slides 2-21)

Definisi dan Tujuan

Steganalisis adalah kebalikan steganografi: menentukan apakah sebuah media yang dicurigai (suspected stego object) mengandung pesan tersembunyi. Keluarannya keputusan biner: 1 (ada pesan) atau 0 (tidak ada). Steganalisis dianggap berhasil bila menentukan keberadaan pesan dengan peluang lebih tinggi daripada menerka acak.

Tujuan minor: menentukan panjang pesan, tipe algoritma penyisipan, dan kunci yang dipakai.

Mengapa Penting

Gambar bertebaran di internet (web, media sosial, email) dan di baliknya bisa tersembunyi pesan biasa, pesan kejahatan, program jahat, bahkan virus. Contoh Stegosploit (2015): “just look at the image and you are hacked”. Steganalisis dibutuhkan pada forensic image analysis, penerapan ilmu citra untuk menafsirkan isi gambar dalam perkara hukum, dengan subdisiplin photogrammetry, photographic comparison, content analysis, image authentication. Salah satu pekerjaan content analysis adalah mendeteksi pesan tersembunyi; skenario: investigator forensik diminta Lab Forensik Polri menganalisis foto kasus cybercrime memakai kakas steganalisis.

Jenis Steganalisis

TargetedBlind
Sasaranalgoritma steganografi spesifik (kadang format tertentu)sembarang algoritma dan format
Carapelajari algoritma penyisipan, cari statistik yang berubah setelah penyisipanpelajari perbedaan statistik cover vs stego dengan machine learning (mis. jaringan syaraf tiruan) yang dilatih pada database media
Akurasisangat akuratkurang akurat
Fleksibilitastidak fleksibeldapat diperluas ke algoritma lain

Metode Steganalisis

1. Visual attack (khusus citra, subjektif, dipakai pada masa awal riset): pengamatan kasatmata terhadap artefak mencurigakan lalu dibandingkan dengan cover asli. Contoh: LSB plane attack dan filtered visual attack (enhanced LSB).

2. Statistical attack: analisis matematis atas perbedaan cover dan stego, berdasarkan fakta bahwa penyisipan menimbulkan artefak yang terdeteksi secara statistik. Contoh: histogram analysis, chi-square analysis, regular-singular (RS) analysis, sample pair (SP) analysis.

Enhanced LSB (Visual Attack)

Ide: ekstraksi bit LSB semua pixel lalu tampilkan sebagai gambar pada posisi pixel sumbernya. Tiap byte warna dipetakan: bila LSB = 1 menjadi 11111111 (255), bila LSB = 0 menjadi 00000000 (0) untuk tiap kanal. Pada citra asli, bidang LSB menunjukkan struktur gambar; pada stego, bagian berisi pesan tampak sebagai noise acak, sehingga terlihat “ada pesan”.

flowchart LR
    I["citra suspect"] --> L["ambil bit LSB<br/>tiap byte"]
    L --> M["map: 1 → 255, 0 → 0<br/>(per kanal R, G, B)"]
    M --> V["tampilkan sebagai<br/>citra hitam-putih"]
    V --> D{"ada area<br/>noise acak?"}
    D -->|ya| Y["terdeteksi ada pesan"]
    D -->|tidak| N["tidak terdeteksi"]

Keterbatasan: bagus untuk citra kontras tinggi (latar jelas); untuk citra kontras rendah seperti foto, bidang LSB asli sendiri sudah tampak acak sehingga steganalis kesulitan membedakan gambar yang seharusnya muncul dari pesan rahasia.

Summary

Steganalisis memutuskan apakah suatu media mengandung pesan tersembunyi (1/0), dianggap berhasil bila peluangnya lebih baik daripada tebakan acak; tujuan minornya menaksir panjang pesan, algoritma, dan kunci. Ia dibutuhkan pada forensik citra dan deteksi malware dalam gambar (Stegosploit). Targeted steganalysis sangat akurat tetapi spesifik pada satu algoritma/format, sedangkan blind steganalysis memakai machine learning, lebih umum tetapi kurang akurat. Metodenya visual attack (LSB plane, enhanced LSB; subjektif, efektif untuk citra kontras tinggi) dan statistical attack (histogram, chi-square, RS, SP).