Back to IF4033 Keamanan Siber
Confidentiality, Integrity, Accountability, Availability, dan Non-Repudiation
Questions/Cues
- Bagaimana confidentiality dicapai dan beda apa dengan integrity?
- Teknik apa yang dipakai untuk menjaga integritas data?
- Apa syarat agar logging benar-benar menjamin accountability?
- Bagaimana availability dijaga dan diserang?
- Mengapa non-repudiation jarang diimplementasikan di web?
Reference Points
- IF4033 Security Foundation (Slides 22-29)
- IF4033 Security Concepts (Slides 13-20)
Confidentiality
Tujuan: isi komunikasi atau data tersimpan tetap rahasia. Contoh: Alice dan Bob ingin percakapan mereka tidak terbaca Eve. Kuncinya adalah rahasia bersama, dan dicapai dengan kriptografi, steganografi, access control, atau database views.
Message/Data Integrity
Integrity berarti tidak ada korupsi. Pada serangan man-in-the-middle, Mallory dapat mengubah pesan Alice ke Bob. Integrity berbeda dari confidentiality: pesan “nilai x adalah 1” tidak rahasia, tetapi berubah menjadi “nilai x adalah 10000” atau “nilai y adalah 1” adalah kerusakan. Teknik: menambah redundansi berupa hashing (MD5, SHA-1), checksum (CRC), dan Message Authentication Code (MAC).
Accountability
Kemampuan menentukan siapa pelaku atau principal lewat logging & audit trail. Syaratnya:
- Secure timestamping (di level OS maupun jaringan).
- Integritas log: trail tidak boleh bisa diubah, atau perubahan harus terdeteksi. Jika tidak, penyerang akan menghapus jejaknya.
Availability
Diukur dari uptime, ruang penyimpanan bebas, batas downtime, atau waktu respons web server. Solusi: redundansi untuk menghilangkan single point of failure dan memberi batas pemakaian bagi pengguna sah. Serangan DoS bertujuan menurunkan availability, misalnya dengan malware yang mengirim lalu lintas berlebihan sehingga server kewalahan melayani trafik yang sah.
Non-Repudiation
Transaksi tidak dapat disangkal. Alice ingin membuktikan kepada pihak ketiga terpercaya (Trent) bahwa ia benar berkomunikasi dengan Bob, lewat bukti berupa pernyataan bertanda tangan digital. Dalam praktik jarang diimplementasikan; perusahaan kartu kredit menjadi de facto verifikator pihak ketiga.
Contoh Terpadu: DVD-Factory
Konsep Penerapan pada B2B website Availability Situs berjalan 24/7 Authentication Bob mengautentikasi diri; koneksi terenkripsi mengautentikasi server ke Bob Confidentiality Browser dan server membuat koneksi terenkripsi Authorization Situs mengecek DB apakah Bob boleh memesan atas nama PCs-R-Us Integrity Checksum pada paket TCP/IP (+ MAC pada SSL) Accountability Log pesanan Bob Non-repudiation Umumnya tidak ada karena butuh TTP (Trusted Third Party)
Confidentiality dijaga dengan kriptografi, steganografi, dan access control; integrity dengan hash, checksum, dan MAC yang mendeteksi perubahan; accountability dengan log dan audit trail yang ber-timestamp aman dan tahan modifikasi; availability dengan redundansi dan pembatasan, melawan DoS; serta non-repudiation dengan tanda tangan digital dan pihak ketiga terpercaya yang jarang diterapkan di web. Contoh DVD-Factory menunjukkan ketujuh konsep bekerja bersamaan pada satu transaksi B2B.
Additional Information
MAC vs Tanda Tangan Digital
MAC memakai kunci simetris sehingga memberi integrity dan authenticity antar dua pihak, tetapi tidak memberi non-repudiation karena kedua pihak bisa membuat MAC yang sama. Tanda tangan digital (kunci asimetris) memberi non-repudiation. Lihat Kriptografi Kunci Publik dan Tanda Tangan Digital.
Proyek Eksplorasi Mandiri
- Hitung hash SHA-256 sebuah file, ubah satu bit, dan amati perubahannya.
- Rancang skema log yang tamper-evident memakai rantai hash.
Bacaan Lanjutan
- Stallings, W. Cryptography and Network Security, bab MAC dan digital signature.