Back to IF4033 Keamanan Siber

Security Control, Countermeasure, dan Manajemen Risiko

Questions/Cues

  • Apa lima cara mengendalikan sebuah threat?
  • Mengapa countermeasure bisa menimbulkan vulnerability baru?
  • Bagaimana risiko didefinisikan dan dikelola?
  • Kapan sebuah security control dianggap “cukup” dan sesuai?

Reference Points

  • IF4033 Security Foundation (Slides 49-58)
  • IF4033 Security Concepts (Slides 27-37)

Lima Cara Mengendalikan Threat

Sebuah security control dapat bertujuan untuk:

  • Prevent: memblokir serangan atau menutup vulnerability.
  • Deter: membuat serangan lebih sulit, tetapi tidak mustahil.
  • Deflect: membuat target lain lebih menarik (atau target ini kurang menarik), misalnya honeypot.
  • Detect: mengetahui serangan saat terjadi atau sesudahnya.
  • Recover: pulih dari dampaknya.

Countermeasure juga bisa non-IT: keamanan fisik gedung, penyaringan personel, kerangka hukum untuk menjerakan pelaku, dan pelatihan karyawan.

Countermeasure Dapat Menimbulkan Vulnerability Baru

  • Mengunci akun setelah tiga kali login gagal menahan brute force, tetapi membuka celah DoS: penyerang sengaja mengunci akun korban.
  • Control berbasis software baru bisa mengandung bug sehingga tidak efektif atau malah menambah kelemahan. Contoh: worm Witty (Maret 2004) mengeksploitasi software keamanan ISS.

Pendekatan Risiko

Berdasarkan ISO Guide 73, risiko adalah kombinasi probabilitas suatu kejadian dan konsekuensi negatifnya. Control mengurangi risiko tetapi punya biaya dan bisa mengurangi fungsionalitas atau kenyamanan. Solusi ideal meminimalkan risiko pada biaya yang dapat diterima pelanggan, dan penilaiannya sangat subjektif (contoh: ISO 27005). Karena itu dilakukan trade-off analysis.

Proses Risk Management

flowchart TD
    RA["Risk Assessment<br/>identify, describe,<br/>estimate, evaluate"] --> RT["Risk Treatment<br/>pilih perlakuan"]
    RT --> RC["Risk Acceptance<br/>evaluasi residual risk"]
    RC --> CM["Risk Communication<br/>ke seluruh organisasi"]
    CM -.-> RA

Kerangka pengelolaannya antara lain ISO/IEC 27001, dengan tujuan menjaga keamanan informasi pada tingkat yang dapat diterima.

Control yang Tepat

Control yang baik terjangkau, proporsional terhadap threat, dan meminimalkan gangguan bagi pengguna sah. Control yang rapuh, merepotkan, dan tidak efektif cenderung dilewati pengguna (mis. password ditempel di monitor). Hindari rasa aman palsu seperti “saya aman karena firewall terbaik”: banyak jalan menuju Roma, dan sistem sekuat mata rantai terlemahnya.

Summary

Threat dikendalikan dengan prevent, deter, deflect, detect, dan recover, baik lewat IT maupun non-IT. Countermeasure dapat melahirkan vulnerability baru (account lockout memicu DoS; software keamanan yang ber-bug seperti pada worm Witty). Risiko = probabilitas × konsekuensi negatif; tujuan manajemen risiko (assessment, treatment, acceptance, communication) adalah menekan risiko ke tingkat yang dapat diterima dengan biaya wajar, memakai control yang terjangkau, proporsional, dan minim gangguan.