Back to IF4033 Keamanan Siber

Penilaian Severity - CVE, CWE, NVD, CVSS, dan Tools

Questions/Cues

  • Apa beda CVE, CWE, dan NVD?
  • Bagaimana CVSS menilai tingkat keparahan?
  • Tool apa yang dipakai untuk vulnerability testing?
  • Apa itu Breach & Attack Simulation (BAS)?
  • Bagaimana pelaporan temuan diorganisasi?

Reference Points

  • IF4033 Vulnerability Assessment (Slides 25-36)

Vulnerability Testing dan Exploitation

Tujuan: memeriksa host terhadap kerentanan yang diketahui, memastikan apakah dapat dieksploitasi, dan menilai potensi keparahannya. Metodenya: remote vulnerability scanning (Nessus, OpenVAS), active exploitation testing, login checking dan brute forcing, eksploitasi (Metasploit, Core Impact), penemuan 0-day dengan fuzzing dan program analysis, serta post-exploitation untuk menilai dampak (level izin, backdoor, rootkit).

CVE, CWE, NVD

SingkatanArtiPeran
CVECommon Vulnerabilities & ExposuresID unik untuk kerentanan yang diungkap publik (mis. CVE-2021-44228)
CWECommon Weakness EnumerationKategori kelemahan perangkat lunak/keras (mis. injection, hard-coded credentials)
NVDNational Vulnerability DatabaseRepositori publik yang memperkaya CVE dengan skor dan metadata

Hubungannya: CWE menjelaskan jenis kelemahan, CVE mengidentifikasi instans nyata, NVD menambahkan skor dan konteks.

CVSS

Common Vulnerability Scoring System adalah kerangka terbuka untuk mengomunikasikan karakteristik dan keparahan kerentanan. Ia memberi skor numerik 0.0 sampai 10.0 dan mencatat alasannya dalam vector string. Rating umum: 0.1-3.9 Low, 4.0-6.9 Medium, 7.0-8.9 High, 9.0-10.0 Critical. Contoh Log4Shell mendapat skor 10.

Tool Pemindai

Nikto (web server scanner), Nuclei (scanner berbasis template), OpenVAS dan Nessus (scanner kerentanan komprehensif).

Breach & Attack Simulation (BAS)

Pendekatan keamanan ofensif otomatis dan berkelanjutan berbasis software, biasa dipakai dalam operasi purple team. Contoh open source: MITRE Caldera dan OpenAEV.

Reporting

Mengorganisasi temuan recon, scanning, dan testing: per host, service, bahaya dan risiko, serta rekomendasi perbaikan. Tool dokumentasi: Dradis, Obsidian, Notion.

flowchart TD
    S["Scan<br/>(Nessus/OpenVAS)"] --> M["Mapping ke CVE/CWE"] --> V["Skor CVSS"] --> P["Prioritisasi"] --> R["Laporan & remediasi"]

Summary

Vulnerability testing memakai scanner (Nessus, OpenVAS, Nikto, Nuclei) dan framework eksploitasi (Metasploit). CWE mengkategorikan kelemahan, CVE mengidentifikasi kerentanan spesifik, NVD memperkaya dengan skor dan metadata, dan CVSS (0.0-10.0 + vector string) menilai severity untuk prioritisasi. BAS mengotomatiskan simulasi serangan berkelanjutan (purple team), dan reporting menyusun temuan per host/service dengan rekomendasi.