Back to IF4033 Keamanan Siber

Role-Based dan Relationship-Based Access Control

Questions/Cues

  • Bagaimana RBAC mengelompokkan hak dalam role?
  • Apa itu role hierarchy dan apa tantangannya?
  • Mengapa online social network butuh model akses khusus (ReBAC)?
  • Siapa saja pelaku dan kebijakan pada ReBAC?

Reference Points

  • IF4033 Access Control (Slides 39-46)

Role-Based Access Control (Ravi Sandhu)

Subjek ditugaskan ke role, hak (⟨action, object⟩) dikelompokkan ke role. Lingkungan: aplikasi bersama (shared application). Tantangan: role dapat hierarkis; hak bisa berbeda atau bertentangan; menjaga least privilege; dan amplification of privilege.

flowchart LR
    U["USERS"] -->|"user-role<br/>assignment"| R["ROLES"]
    R -->|"permission-role<br/>assignment"| P["PERMISSIONS"]
    U --> S["SESSIONS"]
    S --> R
    R -.-> H["Role hierarchy"]

Pada RBAC dengan hierarki, role senior mewarisi permission role di bawahnya sehingga administrasi lebih ringkas.

Access Control pada Online Social Network (OSN)

Graf sosial dimodelkan sebagai directed labeled simple graph G = ⟨U, E, Σ⟩: node U = pengguna, edge E = relasi, Σ = tipe relasi (beserta inversnya). Kontrol akses berbasis relasi disebut ReBAC.

Karakteristik:

  • Policy individualization: pengguna menentukan sendiri preferensi privasi dan aktivitas; pengguna terkait juga dapat mengonfigurasi kebijakan, digabungkan sistem.
  • User dan resource sebagai target (mis. poke, pesan, undangan pertemanan).
  • Kebijakan terpisah untuk aksi keluar (outgoing) dan masuk (incoming): pengguna bisa menjadi requester atau target (mis. memblokir notifikasi aktivitas teman).
  • Pola jalur berbasis regular expression dengan batas hop (contoh ⟨ua, (f*c, 3)⟩).

Aktor dan Kebijakan ReBAC

UA (accessing user), UT (target user), UC (controlling user), RT (target resource); kebijakan: AUP (accessing user policy), TUP (target user policy), TRP (target resource policy), SP (system policy).

Permintaan akses ⟨ua, action, target⟩ dievaluasi dengan:

  • Target pengguna ut: AUP milik ua, TUP milik ut, SP, dan relasi U2U antara ua dan ut.
  • Target resource rt: AUP milik ua, TRP milik rt, SP, dan relasi U2U antara ua dan pengendali uc.

Summary

RBAC memberi hak lewat role (user-role dan permission-role assignment, sessions, hierarki) sehingga administrasi mudah dan least privilege terjaga. Pada jaringan sosial, ReBAC memodelkan graf relasi pengguna dan mengevaluasi permintaan ⟨ua, action, target⟩ dengan kebijakan individual (AUP, TUP, TRP) serta kebijakan sistem (SP) berbasis pola relasi.