Back to IF4033 Keamanan Siber
Dasar Digital Forensics dan Aktivitas Investigasi
Questions/Cues
- Apa definisi Digital Forensic Science menurut DFRWS?
- Apa tujuan computer forensics dan bedanya dengan incident response?
- Apa aktivitas utama dalam sebuah investigasi?
- Siapa saja pengguna computer forensics dan apa fokus utamanya?
Reference Points
- IF4033 Computer Forensics (Slides 2-8)
- IF4033 Computer Forensics (Slides 14-24)
Digital Forensic Science (DFRWS, 2001)
“Penggunaan metode yang secara ilmiah diturunkan dan terbukti untuk preservasi, koleksi, validasi, identifikasi, analisis, interpretasi, dokumentasi, dan presentasi bukti digital dari sumber digital, guna memfasilitasi atau memajukan rekonstruksi peristiwa yang terbukti kriminal, atau membantu mengantisipasi tindakan tidak sah yang mengganggu operasi terencana.”
Computer forensics secara ringkas: koleksi, preservasi, analisis, dan presentasi bukti terkait komputer, untuk menentukan tindakan masa lalu pada sebuah sistem.
Tujuan: Forensik Klasik vs Incident Response
Aspek Investigation (forensik) Incident Response Tujuan Penuntutan Situational awareness: root cause, strategi containment, recovery Aktivitas kritis Akuisisi bukti Business continuity Kriteria utama Kelas bukti yang dihasilkan Kecepatan pemulihan Analisis Post-mortem Live system analysis Computer forensics berupaya mengambil informasi walau telah diubah atau dihapus agar dapat dipakai memburu penyerang.
Aktivitas Utama Investigasi
flowchart LR A["Identify &<br/>gather evidence"] --> B["Examine, analyze,<br/>& preserve"] B --> C["Chain of custody &<br/>integrity"] C --> D["Present findings"]
- Identifikasi dan kumpulkan bukti: TKP dan sumber/wadah bukti potensial.
- Periksa, analisis, dan preservasi; bangun chain of custody (catatan setiap bukti dipindah/disimpan ke custodian lain) dan jaga integritas.
- Presentasi temuan: interpretasi hasil, dikomunikasikan sesuai audiens, beserta alasan investigasi dan rantai bukti.
Jenis Investigasi Tipikal
Pencurian rahasia perusahaan (daftar klien/karyawan), sabotase karyawan, penipuan kartu kredit, kejahatan keuangan, penggelapan, pelecehan, pornografi anak, pencurian identitas, dan kejahatan besar lain.
Pengguna Computer Forensics
Penegak hukum (di Indonesia termasuk PPNS, Penyidik Pegawai Negeri Sipil; sering terkendala dana), organisasi forensik swasta, militer (mengidentifikasi breach atau mole, analisis cepat untuk intelijen), program universitas, serta profesional keamanan dan TI.
Fokus Utama Forensik
- Attribution: metadata dan log mengaitkan aksi dengan individu.
- Alibi dan pernyataan: dicocokkan dengan bukti digital.
- Intent (mens rea): membuktikan niat.
- Evaluation of source: artefak dan metadata menunjukkan asal data.
- Document authentication: metadata dokumen mudah diubah.
Intinya, computer forensics membantu menjawab WHO, WHAT, WHEN, WHERE pada kejahatan atau pelanggaran berbasis komputer.
Digital forensic science adalah penerapan metode ilmiah untuk preservasi, koleksi, analisis, dan presentasi bukti digital. Berbeda dengan incident response (kecepatan pemulihan, live analysis), forensik berorientasi penuntutan dengan akuisisi bukti dan analisis post-mortem. Aktivitas intinya: identifikasi dan pengumpulan bukti, pemeriksaan dan preservasi dengan chain of custody, lalu presentasi temuan. Fokusnya attribution, alibi, intent, sumber, dan keaslian dokumen.
Additional Information
Kerangka Standar
Proses ini sejalan dengan ISO/IEC 27037 (identifikasi, koleksi, akuisisi, preservasi bukti digital) dan NIST SP 800-86. Di Indonesia, bukti elektronik diakui oleh UU ITE (Pasal 5).
Proyek Eksplorasi Mandiri
- Susun template formulir chain-of-custody satu halaman dan isi dengan skenario pengambilan flash drive.
Bacaan Lanjutan
- Carrier, B. File System Forensic Analysis.
- NIST SP 800-86 Guide to Integrating Forensic Techniques into Incident Response.