Back to IF4033 Keamanan Siber
Teknik Infeksi, Packer, dan Auto-Start Malware
Questions/Cues
- Bagaimana virus menyisipkan dirinya ke executable (overwriting, prepending, appending, cavity)?
- Apa fungsi packer?
- Bagaimana malware memastikan dirinya berjalan kembali setelah reboot?
- Apa itu macro virus dan document-based malware?
Reference Points
- IF4033 Malware (Slides 10-20)
Teknik Penyisipan ke Executable
Teknik Cara Ciri Overwriting Menimpa isi executable dengan malware Program asli rusak, mudah disadari Prepending Malware ditaruh di depan executable Malware jalan dulu lalu program asli Appending Malware ditaruh di belakang, header diubah untuk lompat Ukuran file bertambah Cavity Mengisi celah kosong (padding) di dalam file Ukuran file tidak berubah Multi-cavity Memecah malware ke beberapa celah Sulit dideteksi berdasarkan ukuran flowchart LR subgraph Prepend P1["Malware"] --> P2["Host asli"] end subgraph Append A1["Host asli"] --> A2["Malware"] endPacker
Packer melindungi dan mengaburkan kode berbahaya, menyembunyikan maksud sebenarnya dari file. Fungsi: compress, encrypt, randomize (polymorphism), teknik anti-debug (int/fake jmp), add-junk, anti-VM, dan virtualization. Payload asli dibongkar (unpack) hanya saat runtime.
Auto-Start
Windows: folder Startup,
win.ini(run=/load=),system.ini(shell=), wininit, config.sys, mengaitkan ekstensi dikenal (.doc) dengan malware, Registry Run key (HKCU\...\CurrentVersion\Run), Task Scheduler, atau menjadi service.Unix:
init.d,/etc/rc.local,.login/.xsession, dan crontab.Macro dan Document-Based Malware
Macro virus memakai script engine bawaan aplikasi; callback seperti
AutoExec(),AutoClose(),AutoOpen(),AutoNew()pada Word dijalankan otomatis. Target: dokumen MS Office, OpenOffice, Acrobat (PDF).
Virus menyisipkan diri dengan overwriting, prepending, appending, cavity, atau multi-cavity, lalu memakai packer (compress, encrypt, polymorph, anti-debug, anti-VM) untuk menghindari deteksi. Persistensi dicapai lewat mekanisme auto-start (Registry Run, Task Scheduler, service di Windows; init.d, rc.local, cron di Unix). Macro virus memanfaatkan callback otomatis dokumen Office/PDF.
Additional Information
Persistensi Modern dan Deteksi
Alat seperti Sysinternals Autoruns (Windows) dan
systemctl list-unit-files/crontab -l(Linux) membantu mengaudit titik persistensi. Pada kontainer, persistensi berupa CronJob/DaemonSet baru (lihat Analisis Malware Aman, Perilaku, dan Deteksi). Microsoft kini memblokir macro dari Internet secara default.Proyek Eksplorasi Mandiri
- Pada VM Windows terisolasi, bandingkan snapshot Autoruns sebelum dan sesudah memasang aplikasi, lalu identifikasi entri persistensi baru.
Bacaan Lanjutan
- MITRE ATT&CK TA0003 Persistence.
- Szor, P. The Art of Computer Virus Research and Defense.