Back to IF4054 Pengoperasian Sistem Perangkat Lunak
DevOps Definition, History and Lifecycle
Questions/Cues
- Apa definisi DevOps?
- Bagaimana sejarah munculnya gerakan DevOps?
- Apa saja tahap dalam siklus hidup DevOps?
- Praktik apa yang menjadi inti DevOps?
Reference Points
- IF4054 X-Ops Introduction (Slides 8-13)
Definisi
DevOps adalah kumpulan praktik, tools, dan filosofi budaya yang mengotomasi dan mengintegrasikan proses antara tim software development dan tim IT. Penekanannya pada pemberdayaan tim, komunikasi dan kolaborasi lintas tim, serta otomasi teknologi (definisi Atlassian pada slide).
Sejarah Singkat
Gerakan DevOps dimulai sekitar 2007, ketika komunitas software development dan IT operations mempersoalkan model tradisional: developer menulis kode, tetapi operations yang men-deploy dan mendukungnya — dua kelompok bekerja terpisah.
Istilah DevOps adalah gabungan development + operations, mencerminkan upaya menyatukan dua disiplin menjadi satu proses berkelanjutan tanpa silo.
Siklus Hidup DevOps
Tahap Isi Discover Identifikasi kebutuhan bisnis, buat product roadmap Plan Definisikan tugas dan bagikan ke tim Build Kerjakan tugas hingga produk selesai Test Verifikasi produk Deploy Taruh produk di produksi Operate Kelola produk yang dipakai pengguna Observe Identifikasi dan selesaikan masalah Continuous feedback Evaluasi dan perbaiki produk Praktik Inti
- Breaking down silos dan fostering team collaboration.
- Mengadopsi agile practices.
- Continuous integration dan continuous delivery.
- Configuration management.
- Otomasi untuk meningkatkan kecepatan dan keandalan.
DevOps adalah gabungan praktik, tools, dan budaya yang menyatukan development dan operations menjadi proses berkelanjutan tanpa silo. Gerakannya muncul sekitar 2007 sebagai reaksi atas pemisahan developer dan operations. Siklusnya berjalan Discover → Plan → Build → Test → Deploy → Operate → Observe dengan continuous feedback yang mengulang kembali ke awal. Praktik intinya: menghapus silo, kolaborasi, agile, CI/CD, configuration management, dan otomasi.
Additional Information
Budaya sebelum Tools
Slide mengarahkan bacaan lanjutan ke artikel IT Revolution tentang DevOps culture. Poinnya: tools tanpa perubahan budaya (tanggung jawab bersama, blameless postmortem) jarang menghasilkan perbaikan nyata. Kerangka CALMS (Culture, Automation, Lean, Measurement, Sharing) sering dipakai untuk menilai kematangan DevOps.
Proyek Eksplorasi Mandiri
- Petakan kegiatan proyek kuliah Anda ke delapan tahap siklus DevOps. Tahap mana yang paling lemah?
Bacaan Lanjutan
- IT Revolution — “DevOps Culture (Part 1 dan Part 2)“.
- Atlassian — “What is DevOps?“.