Back to IF4054 Pengoperasian Sistem Perangkat Lunak

Security vs Privacy and PII Handling

Questions/Cues

  • Apa beda security dan privacy?
  • Bagaimana metadata membantu menemukan PII?
  • Apa kelebihan dan kekurangan masking, tokenization, encryption, dan deletion?
  • Bagaimana Privacy by Design diterapkan pada event PayLend?
  • Bagaimana masking dinamis dan audit akses bekerja?
  • Bagaimana penyerang dapat melakukan re-identifikasi?

Reference Points

  • IF4054 DataOps: Security, Quality & Privacy (Slides 22-30)

Security vs Privacy

  • Security: melindungi data dari akses, perubahan, dan kehilangan tak sah (CIA triad).
  • Privacy: hak dan ekspektasi orang yang datanya direkam: tujuan, persetujuan (consent), minimisasi, retensi.
  • Security tanpa privacy mungkin: Anda bisa menyimpan dengan aman data yang tak berhak dikumpulkan.
  • Privacy tanpa security tidak mungkin: janji yang tak dapat ditegakkan.
  • PCI-DSS adalah standar keamanan industri, bukan hukum privasi; GDPR / UU PDP (Indonesia) adalah hukum privasi.

Metadata untuk Menemukan PII

Anda tidak dapat melindungi apa yang tidak dapat Anda identifikasi. Empat komponen: Business glossary (makna ssn, credit_card_num), Data catalog (lokasi field di semua sistem), Classification tags (PII, PCI, Confidential, Public), dan Policy engine (menerapkan kontrol otomatis berdasarkan tag).

Teknik Penanganan PII

TeknikDeskripsiUtilitas MLKepatuhan
MaskingGanti dengan ***Merusak utilitasBaik untuk tampilan
TokenizationGanti dengan token deterministik tkn_abcMempertahankan integritas referensialBaik untuk analitik
EncryptionPerlindungan kriptografisButuh dekripsi untuk MLTerbaik untuk data at-rest
DeletionHapus sepenuhnyaTanpa data tak ada modelTerbaik untuk minimisasi

Penting: data yang dipseudonimkan tetap data pribadi menurut GDPR dan (setahu penulis slide) UU PDP. Tokenisasi mengurangi eksposur, tidak menghapus kewajiban.

Privacy by Design di PayLend

FieldMentahHasil di lake
ssn123-45-6789tkn_8f7a9b2c41de (token)
credit_card_numPAN penuh**** **** **** 1111
full_name, home_addressadadihapus
currency_codeUSDDditolak ke karantina
transaction_typehilangditolak ke karantina

Ringkas slide: privasi diperbaiki dengan menghapus; kualitas diperbaiki dengan menolak; tidak ada yang diperbaiki dengan berharap.

Masking Dinamis dan Audit Akses

Tabel yang sama menampilkan tampilan berbeda sesuai peminta: FRAUD_INVESTIGATOR melihat token penuh (tujuan terdokumentasi), sedangkan ML_ENGINEER dan ANALYST melihat tkn_******** (least privilege; ML cukup user_id untuk join). Diimplementasikan lewat masking policy (sintaks gaya Snowflake; PostgreSQL, BigQuery, Databricks punya padanan). Audit: catat siapa membaca kolom sensitif apa, kapan, dengan role apa, dan beri alert pada anomali.

Sudut Pandang Penyerang

  • Quasi-identifier: timestamp + transaction_amount + card_last4, digabung dengan catatan merchant.
  • Linkage: token yang stabil memungkinkan penyerang mengikuti riwayat satu orang lintas dataset.
  • Token lemah: hash SSN tanpa salt dapat di-brute-force dalam menit.
  • Bukti yang bocor: laporan validasi gagal yang mencetak nilai mentah.

Data poisoning adalah masalah kualitas dan keamanan; gerbang validasi juga merupakan kontrol keamanan.

Summary

Security (CIA) melindungi data, sedangkan privacy menyangkut hak subjek data (tujuan, consent, minimisasi, retensi); privacy tak mungkin tanpa security, tetapi sebaliknya mungkin. Metadata (glossary, catalog, tag, policy engine) memungkinkan penemuan PII. Teknik masking, tokenization, encryption, deletion punya trade-off utilitas ML vs kepatuhan; tokenisasi adalah titik tengah yang menjaga utilitas, namun data terpseudonim tetap data pribadi. Masking dinamis berbasis role dan audit akses menegakkan least privilege, dan penyerang dapat melakukan re-identifikasi lewat quasi-identifier, linkage, dan token lemah.