Back to IF5101 Manajemen Data

Data Governance Maturity Model - IBM dan Stanford

Questions/Cues

  • Apa fungsi maturity model dalam data governance?
  • Apa itu CMM dan bagaimana hubungannya dengan model IBM?
  • Apa yang dinilai oleh IBM Data Governance Maturity Model?
  • Apa kekhasan Stanford Data Governance Maturity Model?

Reference Points

  • IF5101 — Data Governance (Slides 28-32)
  • DAMA International — DAMA-DMBOK, 2nd Ed. (2017), Chapter 3.6 (Maturity Assessment)

Fungsi Maturity Model

Maturity model membantu organisasi menilai kondisi saat ini program data governance-nya dan merencanakan peningkatan bertahap. Dua model dibahas singkat: IBM dan Stanford.

Dasar: CMM

Capability Maturity Model (CMM) dikembangkan oleh Software Engineering Institute (SEI) pada 1984 untuk mengembangkan dan menyempurnakan proses pengembangan perangkat lunak. Levelnya umumnya:

  1. Initial / ad hoc
  2. Repeatable / managed
  3. Defined
  4. Quantitatively managed
  5. Optimizing
flowchart LR
    L1["1 Initial<br/>ad hoc"] --> L2["2 Repeatable"] --> L3["3 Defined"] --> L4["4 Managed<br/>(terukur)"] --> L5["5 Optimizing"]

IBM Data Governance Maturity Model

  • Dipublikasikan Oktober 2007.
  • Berbasis CMM.
  • Membantu menilai dan mengukur kemajuan di setiap dari 11 domain data governance, masing-masing dinilai pada level kematangan.

Stanford Data Governance Maturity Model

  • Dikembangkan 2011 oleh Data Governance Office Stanford University.
  • Diadaptasi dari model lain seperti IBM dan CMM.
  • Berbasis struktur program DG Stanford, dengan fokus pada aspek fondasional dan aspek proyek.
AspekIBMStanford
Tahun20072011
BasisCMMIBM + CMM + struktur program internal
Fokus11 domain DGKomponen foundational dan project

Summary

Maturity model dipakai menilai kondisi program DG saat ini. IBM model (Oktober 2007) berbasis CMM (SEI, 1984) dan menilai 11 domain DG. Stanford model (2011, Stanford Data Governance Office) diadaptasi dari IBM/CMM berdasarkan struktur program DG-nya dengan fokus pada aspek foundational dan project. Keduanya membantu menetapkan baseline dan target peningkatan bertahap.