Back to IF5101 Manajemen Data

Aktivitas Data Architecture dan Integrasi dengan EA

Questions/Cues

  • Apa dua sudut pandang (quality-oriented dan innovation-oriented) aktivitas data architecture?
  • Apa lima work stream dalam membangun praktik data architecture?
  • Bagaimana enterprise data architecture memengaruhi lingkup proyek?
  • Apa isi roadmap dan bagaimana mengelola kebutuhan enterprise dalam proyek?
  • Bagaimana peran data architect pada metode waterfall, incremental, dan agile?

Reference Points

  • IF5101 — Data Architecture (Slides 34-43)
  • DAMA International — DAMA-DMBOK, 2nd Ed. (2017), Chapter 4.2 (Activities)

Dua Sudut Pandang

  • Quality-oriented: memperbaiki eksekusi dalam siklus pengembangan bisnis dan TI; tanpa itu sistem makin kompleks dan kaku sehingga meningkatkan risiko.
  • Innovation-oriented: mentransformasi bisnis dan TI untuk ekspektasi dan peluang baru; mendorong inovasi lewat teknologi disruptif adalah peran arsitek enterprise modern.

Dua Aktivitas Utama

flowchart LR
    E["Establish data<br/>architecture practice"] --> E1["Evaluate existing<br/>specifications"]
    E --> E2["Develop roadmap"]
    E --> E3["Manage enterprise<br/>requirements in projects"]
    E --> I["Integrate with<br/>enterprise architecture"]

Establish Data Architecture Practice

Lima work stream:

Work streamIsi
StrategyMemilih framework, menyatakan pendekatan, menyusun roadmap
Acceptance & cultureMenginformasikan dan memotivasi perubahan perilaku
OrganizationMenetapkan akuntabilitas dan tanggung jawab
Working methodsBest practice dan eksekusi dalam proyek, berkoordinasi dengan EA
ResultsMenghasilkan artefak dalam roadmap keseluruhan

Enterprise Data Architecture juga memengaruhi batas lingkup proyek dan rilis:

  • Defining project data requirements — memberi kebutuhan data enterprise ke proyek.
  • Reviewing project data designs — memastikan model konseptual, logis, fisik konsisten dengan arsitektur.
  • Determining data lineage impact — aturan bisnis sepanjang data flow konsisten dan traceable.
  • Data replication control — replikasi meningkatkan kinerja tapi dapat menimbulkan inkonsistensi.
  • Enforcing standards — standar lifecycle Enterprise Data Architecture.
  • Guiding technology & renewal decisions — mengelola versi, patch, dan kebijakan teknologi data.

Develop a Roadmap

  • Identifikasi dokumen yang ada; evaluasi akurasi, kelengkapan, tingkat detail.
  • Roadmap menggambarkan jalur pengembangan 3-5 tahun dan bagaimana arsitektur target menjadi nyata.
  • Harus terintegrasi ke roadmap EA keseluruhan: milestone, sumber daya, estimasi biaya, dibagi per business capability work stream.
  • Kapabilitas bisnis membentuk rantai dependensi data: sebagian hanya mengonsumsi data, sebagian juga menghasilkan data yang dibutuhkan kapabilitas lain.

Manage Enterprise Requirements within Projects

Setelah spesifikasi proyek selesai, data architect memeriksa:

  • Apakah entitas enterprise-wide sesuai standar.
  • Entitas mana yang perlu masuk ke Enterprise Data Architecture.
  • Apakah entitas/definisi perlu digeneralisasi untuk tren masa depan.
  • Apakah perlu arsitektur penyampaian data baru atau mengarahkan ke reuse.

Aktivitas terkait proyek: define scope (selaras EDM), understand business requirements (entitas, sumber, ketersediaan, kualitas, pain points), design (spesifikasi target + aturan bisnis lifecycle), implement (buy/reuse/build).

MetodologiPeran data architect
WaterfallMemahami kebutuhan dan membangun sistem berurutan dalam desain enterprise
IncrementalBelajar dan membangun bertahap (mini-waterfall)
Agile / iteratifBelajar, membangun, menguji per sprint kecil sehingga kerja yang dibuang tidak mahal

Integrate with Enterprise Architecture

Isu data architecture enterprise-wide harus ditangani proaktif; ia dapat memengaruhi lingkup proyek, sehingga sebaiknya diintegrasikan dengan project portfolio management, dan data architect harus dilibatkan dalam perencanaan pengembangan dan integrasi aplikasi enterprise.

Summary

Aktivitas data architecture dipandang dari sisi quality-oriented (memperbaiki eksekusi, mencegah kompleksitas kaku) dan innovation-oriented (transformasi dan inovasi). Aktivitas utamanya: establish practice (strategy, acceptance & culture, organization, working methods, results; evaluasi spesifikasi, roadmap 3-5 tahun, kelola kebutuhan enterprise di proyek) dan integrate with EA. EDA memengaruhi lingkup proyek lewat requirement, design review, dampak lineage, kontrol replikasi, standar, dan keputusan teknologi. Peran arsitek menyesuaikan metodologi: waterfall, incremental, atau agile.