Back to IF3250 Proyek Perangkat Lunak
Scaling Agile for Large Teams (LeSS and SAFe)
Questions/Cues
- Apa isu khusus ketika menerapkan Scrum pada tim besar?
- Pola umum apa yang dimiliki semua scaling framework?
- Apa itu LeSS dan bagaimana prinsipnya?
- Apa itu SAFe dan konsep “value stream” serta “release train”?
- Bagaimana sinkronisasi sprint antar tim dilakukan?
Reference Points
- Large Scale Software Development (Halaman 31-33)
- Large Scale Software Development (Halaman 34-35)
Isu Scrum pada Tim Besar
Saat Scrum diterapkan pada tim yang sangat besar, muncul masalah lintas-tim:
- Cross team dependencies — ketergantungan pekerjaan antar tim.
- Risks that affect several teams — risiko yang berdampak ke banyak tim sekaligus.
- Scheduling of (coordinated) deliveries — penjadwalan pengiriman yang harus terkoordinasi.
Pola Umum Semua Scaling Framework
“Scaled Agile works, and using a scaling framework helps you get a quick start.”
Semua scaling framework berbagi pola umum:
- Scrum di level tim (setiap tim tetap menjalankan Scrum).
- Banyak tim berbagi satu backlog.
- Planning dilakukan kolaboratif lintas tim.
- Prinsip umum pull dan self-organization tetap dipertahankan.
LeSS (Large Scale Scrum)
LeSS berasal dari Craig Larman dan Bas Vodde, berbasis pengalaman mereka di industri finansial dan telekomunikasi.
- Didefinisikan oleh minimalism dan minimal process — gunakan proses sesedikit mungkin agar banyak tim Scrum bekerja baik.
- Pada level paling dasar, LeSS adalah klarifikasi bagaimana Scrum memang seharusnya bekerja.
- Tim Scrum berupa long-lived cross-functional feature teams yang dipertahankan lintas proyek.
- Mengelola kompleksitas large-scale dengan menyederhanakannya sebisa mungkin.
- LeSS merekomendasikan banyak tim memiliki Product Owner yang sama dan shared Product Backlog. Sprint disinkronkan ke Product-level Sprint menuju satu Potentially Shippable Product Increment terintegrasi. Sprint Planning, Sprint Review, dan Sprint Retrospective berjalan bersamaan untuk semua tim.
flowchart TD PO["1 Product Owner"] --> PB["Shared Product Backlog"] PB --> SP1["Sprint Planning 1 (Overall)"] SP1 --> TA["Team A — Sprint Planning 2 + Daily Scrum"] SP1 --> TB["Team B — Sprint Planning 2 + Daily Scrum"] SP1 --> TC["Team C — Sprint Planning 2 + Daily Scrum"] TA --> COORD["Coordination antar tim"] TB --> COORD TC --> COORD COORD --> PSPI["1 Potentially Shippable<br/>Product Increment (mis. v1.3.2)"] PSPI --> SR["Sprint Review (gabungan)"] SR --> OR["Overall Retrospective"]Pada level Overall: Sprint Planning 1, Backlog refinement, Sprint Review, dan Overall Retrospective. Pada level Team: Sprint Planning 2, Daily Scrum, dan Team Retrospective. Peserta Overall Retrospective mencakup Manager, Scrum Master, Product Owner, dan perwakilan tim.
SAFe (Scaled Agile Framework)
Premis utama SAFe: membagi pekerjaan ke dalam value streams.
- Value stream adalah langkah-langkah yang diulang perusahaan secara kontinu untuk memberi nilai ke pelanggan dan pengguna.
- 5–15 tim biasanya terlibat dalam satu value stream; pengelompokan tim ini disebut release train (Agile Release Train).
- Satu release train bisa menampung hingga 150 orang. Bila melebihi ambang itu, disarankan ada beberapa Agile Release Train dalam tiap value stream.
- Konsep waktu SAFe: Program Increment terdiri atas beberapa Sprints, diawali Big Room Planning dan ditutup dengan Innovation- and Planning Sprint.
- Peran: Product Manager dan Release Train Engineer (RTE).
flowchart LR BRP["Big Room Planning"] --> S1["Sprint 1"] --> S2["Sprint 2"] --> S3["Sprint 3"] --> S4["Sprint 4"] --> IP["Innovation & Planning Sprint"] subgraph PI["Program Increment"] S1 S2 S3 S4 end
Menerapkan Scrum pada tim besar memunculkan cross-team dependencies, risiko lintas-tim, dan penjadwalan pengiriman terkoordinasi. Semua scaling framework berbagi pola: Scrum di level tim, shared backlog, planning kolaboratif, pull, dan self-organization. LeSS menekankan minimalism — satu Product Owner, satu backlog, sprint tersinkronisasi menjadi satu integrated increment. SAFe membagi kerja ke value streams, mengelompokkan 5–15 tim (hingga 150 orang) ke dalam Agile Release Train, mengorganisasi waktu dalam Program Increment (Big Room Planning → Sprints → Innovation & Planning Sprint). Ini adalah respons proses terhadap tantangan di Large-Scale Software Problems and Characteristics dan Principles and Coordination in Large-Scale Development.
Additional Information
LeSS vs SAFe Secara Singkat
LeSS condong lightweight: sedikit peran/aturan tambahan, mempercayai Scrum murni yang diperluas. SAFe lebih prescriptive dan berlapis (Team, Program, Large Solution, Portfolio), cocok untuk enterprise sangat besar yang butuh struktur eksplisit. Pilihan bergantung pada budaya organisasi dan toleransi terhadap struktur formal.
Kaitan dengan Agile Dasar
Penskalaan ini membangun di atas fondasi Agile Methodology Foundations and Principles dan Scrum Framework Implementation — prinsip iteratif, self-organizing team, dan increment tetap berlaku, hanya direplikasi dan disinkronkan lintas banyak tim.