Back to IF4020 Kriptografi
Teori Informasi dan Entropi
Questions/Cues
- Apa yang dipelajari teori informasi?
- Apa itu entropi dan apa satuannya?
- Bagaimana rumus entropi Shannon ?
- Berapa nilai entropi minimum dan maksimum?
- Berapa entropi maksimum teks 26 huruf alfabet dan 256 karakter ASCII?
- Mengapa cipherteks memiliki entropi tinggi?
Reference Points
- IF4020 Kriptografi — Landasan Matematika untuk Kriptografi (Slides 4-9)
Teori Informasi
Information theory adalah cabang ilmu yang mempelajari kuantisasi, penyimpanan, transmisi, dan pengolahan informasi. Contoh kuantisasi:
- 1 bit untuk mengkodekan jenis kelamin (M/F).
- 3 bit untuk mengkodekan nama hari (ada 7 hari).
- 4 bit untuk mengkodekan angka 0–9.
Contoh penyimpanan: pemampatan data untuk mengurangi ukuran ruang storage.
Entropi
Salah satu metrik terpenting dalam teori informasi adalah entropi. Entropi mengukur ketidakpastian atau jumlah rata-rata informasi di dalam pesan.
- Semakin acak suatu data, semakin tinggi entropinya.
- Cipherteks adalah pesan dengan entropi tinggi — idealnya tak terbedakan dari data acak.
- Entropi dinyatakan dalam satuan bit.
Rumus entropi Shannon untuk pesan :
dengan = variabel acak yang menyatakan pesan, = simbol ke-, = banyak simbol berbeda, dan = peluang kemunculan .
Contoh Perhitungan
Misalkan pesan (panjang 8). Maka (huruf A, B, C, D) dengan , , , .
Entropi = 1,75 bit per simbol.
Rentang Nilai Entropi
- Entropi minimum = 0 bit — tidak ada ketidakpastian. Terjadi bila hanya ada satu simbol dengan peluang 1 (pasti): .
- Entropi maksimum = bit — terjadi bila semua simbol muncul dengan peluang sama . Ini kondisi ketidakpastian tertinggi; setiap simbol membawa informasi maksimal.
flowchart LR A["H = 0 bit<br/>1 simbol, p = 1<br/>(pasti / tidak acak)"] --> B["0 < H < log2(n)<br/>distribusi tak seragam<br/>(bahasa natural)"] B --> C["H = log2(n) bit<br/>semua simbol equiprobable<br/>(acak / ideal cipherteks)"]Entropi Bahasa dan Cipherteks
- Teks yang hanya memakai 26 huruf alfabet (A–Z) mencapai entropi maksimum bila untuk semua huruf:
- Pesan 256 karakter ASCII: bit/karakter.
- Makin besar entropi, makin sulit memecahkan cipherteks.
Contoh nyata (plainteks berbahasa Indonesia dienkripsi):
Pesan Entropi Plainteks bit/karakter Cipherteks bit/karakter Entropi cipherteks meningkat dan mencapai dari entropi maksimum pesan 26 huruf alfabet. Cipher yang baik mendorong entropi cipherteks sedekat mungkin ke 100%.
Teori informasi mempelajari kuantisasi, penyimpanan, transmisi, dan pengolahan informasi. Metrik utamanya adalah entropi (satuan bit), yang mengukur ketidakpastian/informasi rata-rata: makin acak, makin tinggi. Entropi berkisar dari 0 (satu simbol pasti) hingga (semua simbol equiprobable). Untuk 26 huruf alfabet bit/karakter; untuk 256 ASCII . Cipherteks yang baik berentropi tinggi, mendekati maksimum — pada contoh, enkripsi menaikkan entropi dari ke bit/karakter ( dari maksimum). Konsep entropi menjelaskan mengapa analisis frekuensi (Cipher Abjad-Tunggal dan Analisis Frekuensi) berhasil pada cipher berentropi rendah dan gagal pada Vigenère Cipher dan Kriptanalisis Kasiski yang histogramnya lebih datar.
Additional Information
Redundansi Bahasa dan Unicity Distance
Bahasa Inggris nyata hanya berentropi – bit/huruf (jauh di bawah ) karena redundansi. Shannon mendefinisikan unicity distance , yaitu panjang cipherteks minimum agar kunci dapat ditentukan secara unik, dengan = redundansi bahasa. Untuk substitusi monoalfabetik ( bit), huruf — itu sebabnya cipherteks pendek pun sudah bisa dipecahkan.
Perfect Secrecy dan One-Time Pad
Shannon membuktikan one-time pad (Vigenère dengan kunci acak sepanjang pesan, dipakai sekali) memberi perfect secrecy: , cipherteks sama sekali tidak membocorkan informasi plainteks. Syaratnya berat: kunci sejati-acak, sepanjang pesan, tak pernah dipakai ulang.
Proyek Eksplorasi Mandiri
- Tulis program penghitung entropi Shannon; bandingkan untuk teks bahasa Indonesia, hasil Caesar cipher, hasil Vigenère, dan output
/dev/urandom.- Estimasi unicity distance untuk Vigenère cipher dengan panjang kunci 5 dan bandingkan dengan panjang cipherteks yang biasanya dibutuhkan metode Kasiski.
Bacaan Lanjutan
- C. E. Shannon, “A Mathematical Theory of Communication”, 1948.
- C. E. Shannon, “Communication Theory of Secrecy Systems”, 1949.
- Handbook of Applied Cryptography, Bab 1.13 (Information-theoretic security).