Back to IF4020 Kriptografi
Cipher Abjad-Tunggal dan Analisis Frekuensi
Questions/Cues
- Apa itu cipher abjad-tunggal (monoalphabetic) dan berapa ruang kuncinya?
- Bagaimana membentuk tabel substitusi dari kalimat kunci?
- Apa kelemahan fundamental cipher abjad-tunggal?
- Bagaimana langkah-langkah teknik analisis frekuensi?
- Apa peran huruf, bigram, dan trigram tersering?
- Apa itu Index of Coincidence dan untuk apa?
Reference Points
- IF4020 Kriptografi — Kriptografi Klasik Bagian 2 (Slides 1-26)
Cipher Abjad-Tunggal
Monoalphabetic cipher adalah kelompok cipher substitusi yang mengganti satu huruf dengan satu huruf lain secara tetap. Caesar cipher adalah salah satunya (substitusi berdasarkan pergeseran ), tetapi bukan satu-satunya.
Secara umum, tabel substitusi bisa sembarang permutasi 26 huruf. Jumlah kemungkinan tabel:
Ruang kunci ini sangat besar — exhaustive key search mustahil — namun cipher ini tetap lemah karena alasan lain (lihat di bawah).
Tabel Substitusi dari Kalimat Kunci
Agar kunci mudah diingat, bentuk tabel dari sebuah kalimat:
- Kalimat kunci:
di bawah sinar bulan purnama hati resah jadi senang.- Buang duplikasi huruf:
dibawhsnrulpmtejg.- Sambung dengan sisa huruf alfabet yang belum ada:
dibawhsnrulpmtejgcfkoqvwxyz.- Petakan berurutan ke A–Z:
Plainteks : A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z Cipherteks : D I B A W H S N R U L P M T E J G C F K O V W X Y ZKelemahan Fundamental
Cipher abjad-tunggal tidak dapat menyembunyikan hubungan statistik antara plainteks dan cipherteks:
- Huruf yang sama selalu dienkripsi menjadi huruf cipherteks yang sama.
- Huruf yang sering muncul di plainteks juga sering muncul di cipherteks (huruf koresponden).
- Struktur statistik bahasa tetap tampak di cipherteks.
Akibatnya cipherteks dapat dipecahkan tanpa mengetahui kunci dengan teknik analisis frekuensi (pertama kali dirumuskan Al-Kindi, abad ke-9 — lihat Kriptanalisis dan Kriptologi).
Teknik Analisis Frekuensi
Kriptanalis memanfaatkan tabel frekuensi kemunculan huruf, bigram (pasangan), dan trigram dalam bahasa natural:
- Top huruf B. Inggris: E, T, A, O, I, N, S, H, R, D, L, U.
- Top bigram: TH, HE, IN, EN, NT, RE, ER, AN, TI, ES.
- Top trigram: THE, AND, THA, ENT, ING, ION, TIO, FOR, NDE, HAS.
Langkah-langkah:
- Hitung frekuensi relatif tiap huruf dalam cipherteks.
- Bandingkan dengan tabel frekuensi bahasa: huruf tersering di cipherteks kemungkinan besar =
e.- Ulangi untuk huruf tersering berikutnya (biasanya cukup 2–3 huruf pertama).
- Ulangi dengan bigram dan trigram tersering di cipherteks — cocokkan dengan
the,and, dst.- Isi tabel substitusi bertahap dengan trial and error dan pengetahuan bahasa; terka kata dari pola yang muncul (mis.
t*e→the,ha*e→have/hate/hale/haze).flowchart TD A["Hitung frekuensi huruf<br/>di cipherteks"] --> B["Cocokkan huruf tersering<br/>→ e, t, a, o, ..."] B --> C["Cocokkan bigram/trigram tersering<br/>→ the, and, th, he"] C --> D["Terka kata dari pola parsial<br/>(t*e, ha*e, ...)"] D --> E{"Tabel substitusi<br/>lengkap & konsisten?"} E -- belum --> C E -- ya --> F["Plainteks terungkap"]Contoh Kriptanalisis (ringkas)
Cipherteks
UZ QSO VUOHXMOPV GPOZPEVSG ...( huruf). Huruf tersering: P dan Z → dugaanP → e,Z → t. TrigramZWPdan kataZWSZ→W → h, sehinggaZWP=the,ZWSZ=that(jadiS → a). Lanjut:WSFP=ha*e→ ujiF= v/t/l/z, yang cocokv→have. KriptogramEPYEPOPDZSZUFPOmenjadi*e*e*e*tat*ve*→representatives. Hasil akhir: “It was disclosed yesterday that several informal but direct contacts have been made with political representatives of the Viet Cong in Moscow.”Index of Coincidence (CI)
dengan = frekuensi huruf ke-, = total huruf. Nilai acuan:
Interpretasi teks bahasa Inggris biasa → monoalphabetic cipher teks acak / polyalphabetic cipher Pada contoh di atas — sangat dekat , jadi hampir pasti cipher abjad-tunggal. juga jadi alat penting untuk memperkirakan panjang kunci Vigenère.
Cipher abjad-tunggal mengganti tiap huruf dengan satu huruf tetap; ruang kuncinya sehingga kebal brute force, dan kuncinya bisa dibangun dari kalimat kunci (buang duplikat, sambung sisa alfabet). Namun cipher ini membocorkan statistik bahasa: huruf sama → cipher sama, huruf sering → cipher sering. Analisis frekuensi mengeksploitasinya: cocokkan huruf/bigram/trigram tersering cipherteks dengan yang tersering di bahasa (E/T/A…, THE/AND…), terka kata dari pola parsial, isi tabel substitusi bertahap. Index of Coincidence membedakan monoalphabetic () dari polyalphabetic/acak (). Untuk melawan serangan ini lahir cipher abjad-majemuk — Vigenère Cipher dan Kriptanalisis Kasiski.
Additional Information
Frekuensi Huruf Bahasa Indonesia
Analisis frekuensi bergantung bahasa. Dalam bahasa Indonesia huruf tersering kira-kira A, N, E, I, T, R, S, U, K, D, M — huruf
Ajauh mendominasi (berbeda dariEpada bahasa Inggris) karena imbuhan (me-,-kan,-an,ber-). Kriptanalis harus memakai tabel frekuensi yang sesuai bahasa asumsi.Contoh Berbahasa Panjang: “The Gold-Bug”
Contoh kedua di slide (cipherteks
LIVITCSWPIYVEWHEVSRIQMXLE...) dipecahkan bertahap:I → e,XLI → the,XLEX → that, lalustate,here,at that time→ akhirnya terungkap paragraf dari cerpen Edgar Allan Poe, The Gold-Bug (1843) — kisah fiksi yang justru mempopulerkan analisis frekuensi ke publik.Nomenclator: Jalan Tengah Sejarah
Sebelum Vigenère populer, diplomat memakai nomenclator — substitusi abjad-tunggal + daftar simbol khusus untuk nama/kata umum + null (simbol tanpa arti). Ini memperlambat, tapi tidak menghentikan, analisis frekuensi; kasus Queen Mary of Scotland (Sejarah Kriptografi) memakai nomenclator yang dipecahkan Phelippes.
Proyek Eksplorasi Mandiri
- Bangun assistant analisis frekuensi interaktif: tampilkan histogram cipherteks, terima tebakan pemetaan, tampilkan plainteks parsial secara langsung.
- Hitung untuk beberapa cipherteks (Caesar, substitusi acak, Vigenère kunci-3, Vigenère kunci-10) dan verifikasi tren menuju .
Bacaan Lanjutan
- Simon Singh, The Code Book, Bab 1 (Al-Kindi & analisis frekuensi).
- William Stallings, Cryptography and Network Security, Bab 3.2.
- Kakas online:
cryptool.org/en/cto/n-gram-analysis.