Back to IF4033 Keamanan Siber

Ancaman Jaringan dan Keamanan per Lapisan OSI

Questions/Cues

  • Apa itu protokol dan security protocol?
  • Ancaman apa saja yang ada pada jaringan?
  • Keamanan apa yang diterapkan pada tiap lapisan OSI?
  • Mengapa SSH yang dirancang aman justru menjadi sumber kerentanan?

Reference Points

  • IF4033 Network Security (Slides 2-11)

Protokol dan Security Protocol

Protokol adalah aturan khusus yang dipakai kedua ujung komunikasi (pengguna dengan aplikasi, komputer dengan card reader, komputer dengan komputer). Security protocol adalah protokol yang menjalankan fungsi terkait keamanan dengan metode kriptografi.

Ancaman pada Jaringan

Ancaman terhadap komunikasi jaringan mencakup:

  • Menyadap data yang lewat (interception).
  • Mengakses, memodifikasi, atau meng-crash program/data/layanan pada host jarak jauh, bahkan menjalankan program di sana.
  • Memodifikasi data saat transit, menyisipkan komunikasi, atau mengulang komunikasi sebelumnya (replay).
  • Menyamar sebagai pengguna/IP/MAC (spoofing).
  • Membanjiri layanan dengan trafik berlebih, memblokir trafik tertentu atau seluruhnya.

Keamanan pada Lapisan Berbeda

LapisanMekanisme
ApplicationPGP, Kerberos, SSH, dll.
TransportTLS (Transport Layer Security)
NetworkIPsec (IP Security)
Data LinkEnkripsi hardware
flowchart TB
    A["Application: PGP, Kerberos, SSH"] --> T["Transport: TLS"] --> N["Network: IPsec"] --> D["Data Link: hardware encryption"]

Paradoks SSH

SSH dibuat untuk mencegah penyadapan, tetapi menjadi sumber kerentanan baru (CERT advisory 2001-2003: buffer overflow berkali-kali, kerentanan challenge-response, bahkan distribusi OpenSSH yang mengandung trojan horse). Sumbernya bukan kriptografi, melainkan kesalahan protokol/implementasi (contoh WEP pada WiFi), kesalahan pemrograman (buffer overflow), dan kesalahan distribusi (trojan).

Bruce Schneier: “Saat ini enkripsi adalah mata rantai terkuat. Semua yang lain lebih buruk: software, jaringan, manusia. Tidak ada gunanya memperkuat mata rantai terkuat.”

Summary

Jaringan menghadapi ancaman penyadapan, modifikasi, penyisipan, replay, spoofing, flooding, dan pemblokiran. Security protocol menambahkan kriptografi pada protokol, dengan mekanisme di tiap lapisan: PGP/Kerberos/SSH (aplikasi), TLS (transport), IPsec (network), enkripsi hardware (data link). Contoh SSH menunjukkan bahwa kerentanan sering berasal dari implementasi, pemrograman, dan distribusi, bukan kriptografi, sehingga memperkuat enkripsi saja tidak cukup.