Back to IF4033 Keamanan Siber
Rangkuman - Studi Kasus Membaca Topologi
Questions/Cues
- Bagaimana membaca diagram topologi jaringan?
- Di mana menempatkan firewall, DMZ, IDS, dan VPN?
- Bagaimana menemukan kelemahan sebuah topologi?
- Serangan apa pada bagian mana, dan kontrol apa yang menjawabnya?
Reference Points
- Rangkuman payung 4 (Network Security)
- Rangkuman payung 8 (Cloud-Native Security Design)
Cara Membaca Topologi (6 Langkah)
- Identifikasi zona dan tingkat kepercayaannya: Internet (tidak tepercaya), DMZ, internal LAN (paling tepercaya), management.
- Temukan perangkat penegak batas: firewall, router/ACL, VPN gateway, NAC.
- Telusuri aliran trafik (panah/garis): dari mana ke mana, ke port apa, arah koneksi (siapa memulai).
- Tandai aset berharga: database, server file, domain controller. Pastikan tidak dapat dijangkau langsung dari zona tidak tepercaya.
- Cari titik lemah: single point of failure, jalur langsung Internet→LAN, server publik di LAN, segmen datar, kabel/WiFi tanpa enkripsi.
- Pasangkan serangan ke lokasi dan kontrolnya.
Pola Topologi Referensi
flowchart LR NET["Internet"] --> FW1["Firewall luar"] FW1 --> DMZ["DMZ<br/>web, mail, DNS, proxy"] DMZ --> FW2["Firewall dalam"] FW2 --> LAN["Internal LAN<br/>workstation, file server"] FW2 --> DB["Zona data<br/>database"] NET -.->|"VPN (IPsec/OpenVPN)"| VG["VPN gateway"] --> LAN IDS["NIDS (SPAN/tap)"] -.-> DMZVariasi di slide: satu firewall multi-zona dengan Internet, DMZ1 (proxy, email, web), DMZ2 (application dan database server), dan Internal. Panah: (1) Internet→web di DMZ1, (2) DMZ1→DMZ2, (3) Internal↔DMZ2, (4) workstation→proxy (keluar via proxy).
Aturan Lalu Lintas Ideal
Arah Kebijakan Internet → DMZ Hanya port layanan publik (80/443, 25) Internet → LAN Blokir DMZ → LAN Sangat terbatas (mis. satu port ke database) LAN → Internet Via proxy/NAT, terfilter Admin → DMZ SSH/RDP terbatas dari host/VPN tertentu Default Deny Penempatan Komponen
Komponen Letak yang tepat Alasan Firewall Di batas antar-zona (Internet↔DMZ↔LAN) Choke point Server publik DMZ, bukan LAN Jika bobol, LAN tetap aman Database Zona internal/data, tidak di DMZ Aset berharga NIDS Pada trafik yang melewati firewall (SPAN/tap), di depan dan/atau di belakang firewall Deteksi serangan yang lolos/gagal HIDS Pada server kritis Deteksi di host VPN gateway Di tepi, dengan autentikasi kuat Akses jarak jauh aman Proxy DMZ, untuk trafik keluar pengguna Filter dan log NAC Di akses LAN/WiFi Hanya perangkat patuh Redundansi Firewall HA, link ganda Hindari SPOF Serangan → Lokasi → Kontrol
Serangan Terjadi di Kontrol DDoS/SYN flood Tepi Internet → server publik Rate limiting, CDN/scrubbing, redundansi, SYN cookies Port scan/recon aktif Internet → semua host Firewall default-deny, IDS, tutup port MitM / sniffing LAN, WiFi, jalur Internet TLS, IPsec/VPN, mutual auth, enkripsi link Replay Antar klien-server Nonce, timestamp, sequence number Spoofing IP/ARP LAN/Internet Ingress filtering, DAI, autentikasi Eksploitasi web app Web server di DMZ WAF, patching, secure coding, least privilege Lateral movement Dari DMZ/LAN ke server lain Segmentasi, aturan DMZ→LAN ketat, micro-segmentation Akses tak sah dari luar ke aset dalam Internet → LAN Firewall, DMZ, VPN + MFA Eksfiltrasi/C2 LAN/DMZ → Internet Egress filtering, proxy, IDS Insider/perangkat tak patuh LAN NAC, segmentasi, least privilege Kelemahan Topologi yang Sering Dicari
- Satu firewall tanpa redundansi (single point of failure) atau satu firewall yang menjadi satu-satunya penghalang (dual firewall lebih berlapis).
- Server publik di LAN tanpa DMZ.
- DMZ boleh bebas ke LAN (aturan DMZ→LAN terlalu longgar).
- Jaringan datar tanpa segmentasi (VLAN/subnet).
- Tidak ada IDS/log terpusat: serangan tidak terdeteksi, tidak ada accountability.
- Trafik tidak terenkripsi pada link terbuka (WiFi, Internet).
- Remote access tanpa VPN/MFA.
- Versi cloud-native: jaringan pod datar (tanpa NetworkPolicy), tanpa egress filtering, tanpa mTLS (Desain Klasik vs Cloud-Native - Perimeter hingga Zero Trust).
Membaca topologi: zona + tingkat kepercayaan → perangkat penegak batas → aliran trafik → aset berharga → titik lemah → serangan dan kontrol. Pola aman: server publik di DMZ di antara firewall, aset internal di belakang aturan default-deny dengan DMZ→LAN sangat terbatas, IDS memantau, VPN untuk akses jarak jauh, serta redundansi untuk menghindari single point of failure.
Additional Information
Format Jawaban
Untuk “Apa kelemahan topologi ini?”: sebutkan kelemahan → serangan yang mungkin → dampak (CIA) → perbaikan. Untuk “Di mana IDS?”: sebut jenis (NIDS/HIDS), lokasi, dan apa yang dilihatnya (sebelum firewall = semua serangan; sesudah = yang lolos).
Detail Lengkap