Back to IF4033 Keamanan Siber
Serangan Jaringan - DDoS, Reflection, Replay, dan Man-in-the-Middle
Questions/Cues
- Apa itu DDoS dan apa saja jenis flood-nya?
- Bagaimana reflection attack bekerja?
- Mengapa replay attack berbahaya walau trafik terenkripsi?
- Bagaimana man-in-the-middle terjadi?
Reference Points
- IF4033 Network Security (Slides 12-16)
Distributed Denial of Service (DDoS)
DDoS membanjiri layanan dengan trafik berlebih memakai banyak komputer yang telah dikompromikan (botnet), sehingga layanan tidak tersedia bagi pengguna sah. Variannya:
- HTTP flood: serangan lapisan 7, membanjiri dengan request HTTP yang tampak sah.
- SYN flood: menghabiskan tabel koneksi dengan handshake TCP setengah terbuka.
- UDP flood: membanjiri port dengan paket UDP.
- Reflection attack: varian DDoS.
Skala DDoS terus tumbuh dari tahun ke tahun (laporan Kaspersky Securelist Q3 2022).
Reflection Attack
Penyerang mengirim request ke server pihak ketiga dengan alamat sumber dipalsukan menjadi alamat korban. Server pihak ketiga membalas ke korban, sehingga trafik datang dari banyak sumber sah. Bila balasan jauh lebih besar dari request (amplification, mis. DNS/NTP/memcached), dampaknya berlipat.
Replay Attack
Penyerang merekam dan memutar ulang trafik. Walau trafik terenkripsi, penyerang tidak perlu memecahkannya: tujuannya mendapatkan sesi valid tanpa menyerang enkripsinya. Mitigasi: nonce, timestamp, nomor urut, dan token sesi sekali pakai.
Man-in-the-Middle (MitM)
Dikenal juga sebagai proxy: penyerang diam-diam meneruskan dan mungkin mengubah komunikasi antara dua pihak yang mengira berkomunikasi langsung. Mitigasi: autentikasi sertifikat (TLS), mutual authentication, dan integritas pesan.
Serangan jaringan utama: DDoS (HTTP/SYN/UDP flood dari botnet), reflection (memalsukan sumber agar server pihak ketiga membanjiri korban, sering dengan amplifikasi), replay (memutar ulang trafik terenkripsi untuk mendapat sesi valid), dan man-in-the-middle (menyisipkan diri sebagai proxy yang bisa mengubah komunikasi). Mitigasinya meliputi nonce/timestamp, TLS dengan sertifikat, dan penyaringan trafik.
Additional Information
Mitigasi DDoS Praktis
Layanan scrubbing dan CDN (mis. Cloudflare), rate limiting, SYN cookies, anycast, dan BCP38 (ingress filtering) untuk mengurangi pemalsuan IP.
Proyek Eksplorasi Mandiri
- Di lab terisolasi, simulasikan SYN flood dengan
hping3terhadap VM, amati tabel koneksi, lalu aktifkan SYN cookies.Bacaan Lanjutan
- Cloudflare Learning Center: DDoS.
- RFC 4987 (TCP SYN flooding attacks and common mitigations).


