Back to IF4033 Keamanan Siber
Spyware, Scareware, Ransomware, dan Botnet
Questions/Cues
- Apa itu spyware, keylogger, dan screen scraper?
- Bagaimana scareware memanfaatkan social engineering?
- Bagaimana ransomware bekerja?
- Bagaimana botnet dibangun dan dipakai untuk serangan DDoS?
- Ke mana arah masa depan crimeware?
Reference Points
- IF4033 Malware (Slides 38-47)
- IF4033 Malware (Slide 66)
Spyware
Malware yang mengumpulkan sedikit demi sedikit informasi pengguna tanpa sepengetahuan mereka: keylogger (merekam ketikan), screen scraper (membaca isi layar), pelacak kebiasaan browsing, pengalih peramban, dan penampil iklan.
Scareware
Software dengan payload jahat atau manfaat minim yang dijual lewat social engineering untuk menimbulkan kejutan, kecemasan, atau persepsi ancaman (mis. antivirus palsu). Pertumbuhan pesat: paket scareware naik dari 2.850 ke 9.287 (semester 2 2008); APWG mencatat kenaikan 583% pada semester 1 2009; studi Google 2010 menemukan 11.000 domain antivirus palsu, 50% malware yang tersebar lewat iklan Internet.
Ransomware
Menyandera sistem atau data korban dengan tuntutan tebusan. Bentuk: menonaktifkan layanan penting atau mengunci layar saat startup; atau mengenkripsi berkas pribadi (awalnya disebut cryptovirus/cryptotrojan/cryptoworm). Korban harus memasukkan kode yang hanya diperoleh setelah membayar (transfer atau SMS) atau membeli alat dekripsi/penghapus.
Zombie dan Botnet
Penyerang diam-diam mengambil alih komputer lain dengan mengeksploitasi cacat software dan membentuk botnet: kumpulan mesin terkompromi yang menjalankan worm/trojan/backdoor di bawah infrastruktur command and control. Dipakai untuk DDoS, phishing, spamming, dan cracking.
sequenceDiagram participant A as Attacker participant Z as Zombies participant M as Master Server participant T as Target A->>Z: 1-2. Scan dan pasang agen zombie Z->>M: 3. "Phone home" A->>M: 4. Perintah serangan DDoS M->>Z: 5. Sinyal serang Z->>T: 6. Banjir request, user sah ditolakMasa Depan Crimeware
Crimeware, vandalware, terrorware, dan ransomware akan: memakai trafik SSL terenkripsi untuk berbaur; menyasar platform baru (ponsel, mobil, wearable) dan aplikasi “berisiko” (judi, warez); memakai jejaring sosial untuk bootstrap serangan; malware berbasis AI; dan makin resilien berkat library enkripsi, infrastruktur terdesentralisasi, serta mata uang kripto.
Spyware (keylogger, screen scraper) mencuri informasi diam-diam; scareware menjual perangkat lunak palsu lewat ketakutan; ransomware mengunci atau mengenkripsi data demi tebusan; botnet mengendalikan zombie lewat master server untuk DDoS, spam, dan phishing. Ke depan, crimeware makin memakai enkripsi, platform baru, AI, dan infrastruktur terdesentralisasi.
Additional Information
Ransomware-as-a-Service dan Double Extortion
Ekonomi ransomware modern berbentuk RaaS (afiliasi menyewa platform), memakai double extortion (data dicuri lalu dibocorkan jika tidak bayar). Pertahanan inti: backup offline/immutable yang diuji pemulihannya, segmentasi, dan MFA; sejalan dengan fungsi Recover NIST CSF (Kerangka Countermeasure - NIST CSF dan ISO 27002). Detail DDoS ada di Serangan Jaringan - DDoS, Reflection, Replay, dan Man-in-the-Middle.
Proyek Eksplorasi Mandiri
- Rancang prosedur pemulihan ransomware (RTO/RPO, backup 3-2-1) untuk laboratorium kecil dan uji restore secara berkala.
Bacaan Lanjutan
- CISA StopRansomware Guide.
- Sophos State of Ransomware (laporan tahunan).