Back to IF5161 Keamanan Data dan Perangkat Lunak

Vulnerability, Threat, Attack, Control, dan Incident

Questions/Cues

  • Apa beda vulnerability, threat, attack, control, dan incident?
  • Bagaimana kelimanya saling berhubungan dalam satu rantai kejadian?
  • Apa empat kategori ancaman klasik (interception, interruption, modification, fabrication)?
  • Bagaimana ancaman itu terjadi pada kasus pemesanan Bob di DVD-Factory?
  • Mengapa incident dikatakan muncul dari control yang hilang atau gagal?

Reference Points

  • IF5161 — W01 Introduction to Data & Software Security, “Vulnerability, Threat, Attack, Control, and Incident” s.d. “Threat at Case”

Lima Istilah Kunci

IstilahMaknaAnalogi rumah
VulnerabilityKelemahan pada sistem keamananJendela yang kuncinya rusak
ThreatSekumpulan keadaan yang berpotensi menyebabkan kerugian/bahayaAda pencuri yang berkeliaran di lingkungan
AttackManusia yang mengeksploitasi vulnerabilityPencuri benar-benar masuk lewat jendela itu
ControlTindakan/mekanisme perlindunganMengganti kunci, memasang alarm
IncidentData/sistem terkompromi akibat control yang hilang atau gagalBarang hilang dari rumah

Perhatikan: threat bersifat potensial, attack bersifat aktual. Threat tanpa vulnerability tidak berbahaya; vulnerability tanpa pelaku yang berminat mungkin tidak pernah dieksploitasi. Risiko muncul dari pertemuan keduanya.

flowchart LR
    P["Perpetrator"] -->|"memicu / mengaktifkan"| T["Threat"]
    T -->|"diwujudkan sebagai"| A["Attack"]
    A -->|"mengeksploitasi"| V["Vulnerability"]
    V -->|"mengincar"| VAL["Asset / Value"]
    C["Control"] -.menutup.-> V
    C -.mencegah.-> A
    V -->|"control hilang / gagal"| I["Incident"]

Empat Kategori Threat

Pada kasus DVD-Factory, ancaman informasi dapat dikelompokkan menjadi empat jenis yang masing-masing menyerang properti berbeda:

KategoriProperti yang diserangContoh pada kasus Bob
InterceptionConfidentialityPesanan disadap penyerang
InterruptionAvailabilityPenyerang memblokir sistem sehingga Bob tak bisa memesan
ModificationIntegrityPenyerang mengubah isi pesanan Bob
FabricationAuthenticityPenyerang membuat pesanan palsu (bogus order)
flowchart LR
    subgraph N["Aliran normal"]
        B1["Bob"] --> S1["DVD-Factory"]
    end
    subgraph IC["Interception"]
        B2["Bob"] --> S2["DVD-Factory"]
        B2 -.disadap.-> X2["Attacker"]
    end
    subgraph IR["Interruption"]
        B3["Bob"] -. terblokir .-> S3["DVD-Factory"]
    end
    subgraph MD["Modification / Fabrication"]
        X4["Attacker"] -->|"ubah / palsu"| S4["DVD-Factory"]
    end

Dari Konsep ke Insiden Nyata

Materi kuliah menampilkan sejumlah insiden sebagai bukti bahwa rantai di atas bukan teori: kebocoran jutaan data penumpang Lion Air yang beredar di forum, mahasiswa yang membobol bank BUMN lewat celah aplikasi Kudo (kerugian sekitar Rp 16 miliar), dan sindikat peretas Kartu Prakerja fiktif yang membobol data BPJS (12 juta data). Pada tiap kasus, pertanyaannya sama: vulnerability apa yang dieksploitasi, dan control mana yang absen atau gagal?

Summary

Vulnerability adalah kelemahan, threat adalah keadaan yang berpotensi menimbulkan kerugian, attack adalah eksploitasi vulnerability oleh manusia, control adalah perlindungan, dan incident terjadi ketika data/sistem terkompromi akibat control yang hilang atau gagal. Ancaman terhadap informasi dikelompokkan menjadi interception, interruption, modification, dan fabrication yang masing-masing menyerang confidentiality, availability, integrity, dan authenticity. Memahami rantai ini adalah dasar untuk threat modeling dan pemilihan control.