Back to IF5161 Keamanan Data dan Perangkat Lunak
Alur dan Komponen Threat Analysis
Questions/Cues
- Apa itu threat analysis dan apa bedanya dengan threat modeling?
- Apa lima langkah umum alur threat analysis dan modeling?
- Apa saja komponen threat model (asset, vulnerability, threat, exploit, countermeasure)?
- Bagaimana mengidentifikasi aset dan menetapkan tujuan keamanan?
- Teknik apa saja yang tersedia untuk mengidentifikasi ancaman?
Reference Points
- IF5161 — W03 Threat Analysis, bagian pembuka s.d. “Asset Identification” dan “Define Security Concerns/Goals”
Threat Analysis dan Threat Modeling
Threat analysis menelaah faktor manusia maupun non-manusia, memeriksa setiap vektor yang dapat membawa risiko keamanan. Aktivitasnya: mengevaluasi sistem, aset, dan alat keamanan terhadap informasi yang terkumpul; mengidentifikasi ancaman, menilai probabilitas, dan menentukan dampaknya (availability, confidentiality, integrity); serta mengidentifikasi attack vector (cara ancaman masuk ke perangkat, sistem, atau jaringan).
Threat modeling adalah rumpun aktivitas untuk mengidentifikasi, mengomunikasikan, dan memahami ancaman serta mitigasinya dalam konteks melindungi sesuatu yang bernilai, lalu mendefinisikan countermeasure untuk mencegah atau mengurangi dampaknya. Sebuah threat model lazimnya memuat: (1) deskripsi subjek yang dimodelkan, (2) asumsi yang bisa diuji kembali seiring berubahnya lanskap ancaman, (3) ancaman potensial, (4) aksi mitigasi per ancaman, dan (5) cara memvalidasi model serta memverifikasi keberhasilan aksi.
Karena menuntut pemahaman aset, arsitektur, protokol, dan implementasi, threat modeling dapat dikelompokkan ke fase requirement atau desain, tetapi sebaiknya dilakukan sebagai langkah terpisah dalam security development lifecycle.
flowchart LR A["1. Asset<br/>Identification"] --> B["2. Threat<br/>Identification"] B --> C["3. Threat Modeling<br/>(structuring +<br/>vulnerability analysis)"] C --> D["4. Decision<br/>Making"] D --> E["5. Control /<br/>Countermeasure Design"]Lima Komponen Threat Model
Komponen Penjelasan Asset Objek yang dilindungi; bernilai bergantung konteks/organisasi; berwujud (uang) atau tak berwujud (reputasi); termasuk aset pelanggan, mitra, karyawan Vulnerability Kelemahan sistem, umumnya karena pertahanan tak memadai atau bug; bisa di mana saja (program, OS, jaringan, database, staf internal) Threat Kemungkinan terjadinya peristiwa tak diinginkan yang merusak aset; selalu terkait aset dan bermakna jika ada vulnerability Exploit/Attack Threat yang menjadi nyata; tindakan adversary demi keuntungan atau iseng Countermeasure Ukuran untuk menghilangkan vulnerability, mengecilkan attack surface, atau membatasi dampak (firewall hingga perbaikan kode dan praktik operasi) Hubungan antar-komponen sama dengan Vulnerability, Threat, Attack, Control, dan Incident: security melindungi aset dari ancaman, mengurangi nilai bagi penyerang dan kemungkinan keberhasilan serangan.
Asset Identification dan Tujuan Keamanan
Aset dapat berupa manusia, software, hardware, infrastruktur, data, dokumen, dll. Setelah itu tetapkan security concern/goal per aset dalam matriks aset x (confidentiality, integrity, availability) beserta bobot (bintang). Contoh ilustrasi: Contact Info (confidentiality rendah karena tidak menyimpan PII, integrity tinggi karena perlu daftar peminat akurat), Materials (publik dengan login, integrity tinggi dan tamper-proof, backup mingguan), Comments.
Teknik Identifikasi Ancaman
Beberapa teknik yang dibahas dalam materi: STRIDE, PASTA, LINDDUN, Attack Tree, Attack Surface, Abuse Case, Misuse Case — masing-masing dibahas pada note terpisah di folder ini.
Threat analysis mengevaluasi sistem untuk mengidentifikasi ancaman, probabilitas, dampak, dan attack vector; threat modeling menyusunnya menjadi model berisi subjek, asumsi, ancaman, mitigasi, dan validasi. Alurnya: asset identification → threat identification → threat modeling → decision making → countermeasure design. Komponen kuncinya adalah asset, vulnerability, threat, exploit, dan countermeasure, dengan tujuan keamanan per aset yang bobotnya ditentukan oleh nilai aset bagi organisasi.
Additional Information
Data Flow Diagram dan Trust Boundary
Dalam praktik, threat modeling biasanya dimulai dari DFD yang menandai trust boundary: tempat data berpindah antara zona kepercayaan berbeda. Ancaman paling padat biasanya ada di garis batas ini. Alat bantu: Microsoft Threat Modeling Tool, OWASP Threat Dragon, dan Threat Modeling Manifesto.
Proyek Eksplorasi Mandiri
- Pilih aplikasi kecil Anda; buat daftar aset beserta matriks CIA berbobot seperti ilustrasi.
- Gambar DFD level 1, tandai trust boundary, lalu lanjutkan ke STRIDE dan Pemetaan Kontrol.
Bacaan Lanjutan
- Shostack, Threat Modeling: Designing for Security
- OWASP Threat Modeling Cheat Sheet