Back to IF5161 Keamanan Data dan Perangkat Lunak
Riset Terkini Secure Design
Questions/Cues
- Apa itu Threat Modeling as Code dan bagaimana ia masuk ke pipeline DevOps?
- Bagaimana AI/ML dapat dan tidak dapat membantu design review?
- Apa kegunaan formal methods seperti TLA+?
- Apa itu FHE, SMPC, dan ZKP sebagai Privacy-Enhancing Technologies?
- Apa peran eBPF dalam penegakan runtime?
- Mengapa trade-off harus didokumentasikan?
Reference Points
- IF5161 — W04 Secure Architecture and Design Review, “Part 3: Recent Advances & Research Frontiers” (Research 1–5 dan “No Free Lunch”)
Lima Frontier Riset
# Topik Konsep Catatan praktis 1 Threat Modeling as Code (TMaaC) Threat model ditulis sebagai kode dan diverifikasi otomatis Alat: pytm, ThreatSpec; terintegrasi pipeline DevOps 2 AI/ML dalam design review LLM mem-parse model C4 untuk menyarankan kontrol yang hilang; GNN menganalisis topologi untuk propagasi kerentanan Wajib Human-in-the-Loop agar tak terjadi halusinasi 3 Formal methods (TLA+) Membuktikan properti keamanan secara matematis Konsensus terdistribusi, verifikasi kebijakan IAM; AWS memakainya untuk S3 dan DynamoDB 4 Privacy-Enhancing Technologies FHE (komputasi pada data terenkripsi), SMPC (analisis kolaboratif tanpa berbagi data), ZKP (membuktikan fakta tanpa membuka data) Mengurangi kebutuhan mempercayai pemroses data 5 eBPF Program tersandbox di kernel Linux Observability mendalam dan PEP dinamis; alat: Cilium, Tetragon flowchart LR D["Design"] --> TM["TMaaC<br/>pytm / ThreatSpec"] TM --> AI["AI-assisted review<br/>(HITL)"] AI --> FM["Formal verification<br/>(TLA+)"] FM --> RT["Runtime enforcement<br/>(eBPF: Cilium, Tetragon)"] PET["PETs: FHE, SMPC, ZKP"] -.melindungi data di semua tahap.-> D”No Free Lunch” dalam Keamanan
Setiap kontrol menambah biaya: latensi (enkripsi, mTLS), kompleksitas operasional, atau pengalaman pengguna. Tidak ada desain yang unggul di keamanan, performa, usability, dan biaya sekaligus. Deliverable tingkat magister: selalu dokumentasikan residual risk yang diterima ketika trade-off memilih performa atau biaya.
Lima frontier: TMaaC (threat model sebagai kode di pipeline), AI/ML untuk design review (selalu dengan human-in-the-loop), formal methods/TLA+ untuk bukti properti, PET (FHE, SMPC, ZKP) untuk privasi, dan eBPF untuk penegakan runtime. Semuanya tunduk pada prinsip no free lunch: trade-off keamanan vs performa/biaya harus dicatat beserta residual risk yang diterima.
Additional Information
Memilih Teknologi
Aturan praktis: gunakan TMaaC bila tim sudah matang di CI/CD; TLA+ untuk protokol dan kebijakan kritis berbiaya kesalahan tinggi; FHE/ZKP hanya saat model ancaman memang tidak mempercayai pemroses karena overhead komputasinya besar; eBPF saat butuh observability tanpa mengubah aplikasi.
Proyek Eksplorasi Mandiri
- Tulis model pytm untuk aplikasi 3-tier sederhana dan hasilkan DFD serta daftar ancaman otomatis.
- Tulis spesifikasi TLA+ kecil (mis. mutual exclusion) dan jalankan model checker TLC.
Bacaan Lanjutan
- Newcombe et al., How Amazon Web Services Uses Formal Methods
- Dokumentasi pytm dan Cilium Tetragon