Back to IF5161 Keamanan Data dan Perangkat Lunak

Klasifikasi Data, DLP, dan Regulasi

Questions/Cues

  • Mengapa data harus diklasifikasikan sebelum dilindungi?
  • Bagaimana kontrol berbeda untuk data at rest, in transit, dan in use?
  • Apa yang dilakukan DLP (discover, monitor, enforce)?
  • Apa tuntutan teknis GDPR, UU PDP, dan PCI-DSS?
  • Bagaimana kripto melindungi data pada sistem dengan jutaan rekaman?

Reference Points

  • IF5161 — W07 Crypto and Data Security, “Data Security, Applied Crypto for Data Protection, DLP & Regulation” (Foundation: Classify Before You Protect s.d. Discussion / Q&A)

Klasifikasi Sebelum Proteksi

Klasifikasi mendorong setiap keputusan berikutnya: kekuatan enkripsi, akses, retensi, logging. Data yang tak diklasifikasikan akan dilindungi pada tingkat asumsi terlemah. Contoh tingkatan: publik, internal, rahasia, sangat rahasia / data pribadi spesifik.

Siklus Hidup Data

StateKontrol
At restEnkripsi disk/database, kontrol kunci
In transitTLS
In useTEE, PET

Backup, log, cache, dan salinan analitik juga bagian dari siklus hidup dan sering dilupakan (lihat insiden log berisi nomor kartu di Proteksi Data, Logging, Redirect, dan Keamanan API).

Data Loss Prevention (DLP)

FungsiIsi
DiscoverMenemukan data sensitif (pola, kamus, fingerprint, classifier ML)
MonitorEndpoint, egress jaringan, email, cloud storage, SaaS
EnforceBlokir, karantina, enkripsi, redaksi, alert

Teknik: regex dan checksum (nomor kartu, ID), exact data matching, document fingerprinting, tokenisasi dan masking.

Regulasi: Apa yang Diminta Hukum secara Teknis

KerangkaKewajiban relevan (pembacaan teknis)
GDPRMinimisasi data dan batas penyimpanan (Ps. 5), data protection by design (Ps. 25), keamanan pemrosesan termasuk enkripsi (Ps. 32), notifikasi pelanggaran (Ps. 33)
UU PDP Indonesia (UU No. 27 Tahun 2022)Dasar hukum dan pembatasan tujuan, keamanan data pribadi, kewajiban notifikasi pelanggaran, aturan transfer lintas negara
PCI-DSSLindungi data akun tersimpan (Req. 3), kripto kuat untuk transmisi (Req. 4)

Prinsip: hukum menyatakan hasil, insinyur memilih kontrolnya.

Kripto untuk Perlindungan Data pada Skala Sistem

Kripto mengamankan satu rekaman di satu fungsi, sedangkan sistem nyata punya jutaan rekaman dan banyak service. Pertanyaan yang harus dijawab: siapa boleh membaca field mana? di mana kunci disimpan? bagaimana merotasi tanpa mengenkripsi ulang semuanya? bagaimana bila database dicuri? Tujuan: database atau bucket yang dicuri tidak boleh membuka data sensitif dengan sendirinya.

flowchart TB
    C["Klasifikasi data"] --> P["Pilih kontrol per state<br/>rest / transit / use"]
    P --> K["Field-level encryption<br/>+ KMS (envelope)"]
    K --> D["DLP: discover, monitor, enforce"]
    D --> R["Kepatuhan:<br/>GDPR, UU PDP, PCI-DSS"]
    K -.dicuri tanpa kunci.-> S["DB bocor tetap tak terbaca"]

Diskusi

Bug kripto mana dari lima kelas yang paling mungkin ada pada kode lama Anda? Di mana salinan sistem yang dicuri akan membuka plaintext hari ini? Berapa nilai ε (privasi diferensial) yang akan Anda terima untuk dataset tertentu, dan siapa yang berhak memutuskan?

Summary

Klasifikasi data mendahului semua keputusan proteksi; kontrol berbeda untuk at rest, in transit, in use, dan mencakup backup/log/cache. DLP menemukan, memantau, dan menegakkan perlindungan. Regulasi (GDPR, UU PDP, PCI-DSS) menyatakan hasil sedangkan engineer memilih kontrol. Pada skala sistem, desain harus memastikan database yang dicuri saja tidak membuka data sensitif lewat enkripsi field, KMS, dan rotasi kunci.